BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Kelelawar atau Ular, Biang Kerok Corona China

- Apahabar.com Jumat, 24 Januari 2020 - 11:19 WIB

Kelelawar atau Ular, Biang Kerok Corona China

Para calon penumpang kereta api cepat mempertanyakan kepastian jadwal perjalanan menuju Wuhan kepada petugas di Stasiun Tianjin, China, Kamis (23/1) malam. Foto-Antara

apahabar, TIANJIN – Apakah ular atau kelelawar sebagai biang virus corona yang kini menjelma menjadi wabah mematikan di China, masih dalam pendalaman kalangan ilmuwan kesehatan.

Para pakar yang berafiliasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Inggris berselisih paham soal ular dengan mengatakan bahwa kelelawar yang lebih memungkinkan sebagai biang utama.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Medical Virology, Rabu (22/1), membandingkan asal virus baru itu dengan patogen lain dari lokasi dan spesies tertentu.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa wabah yang dinamai “2019-nCoV” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu merupakan kombinasi virus corona yang ditemukan di dalam kelelawar dan organisme misterius lainnya yang bersemayam di dalam ular sebelum menular ke manusia.

“Hasil yang didapat dari analisis evolusioner kami yang pertama kali bahwa ular sebagai binatang liar di air yang menjadi biang 2019-nCoV,” demikian sejumlah peneliti dari Peking University, Guangxi University of Chinese Medicine, Ningbo University, dan Wuhan University of Bionengineering.

Baca Juga: Gara-Gara Corona, China Rogoh Kocek Hampir Rp 2 Triliun

Namun sejumlah pakar dari Pusat Penelitian Virus MRC-University of Glasgow (CVR) dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University berselisih soal penemuan tersebut.

Dalam forum diskusi kesehatan pada Kamis, mereka berargumentasi bahwa 2019-nCoV tersebut sangat erat kaitannya dengan beberapa virus yang bersumber dari kelelawar.

“Tidak ada bukti keterlibatan ular. Meskipun ada kecenderungan virus corona berpencar, keterlibatan spesies lain tidak bisa diabaikan. Hal ini juga membuka kesempatan spesies selain kelelawar juga bertanggung jawab sebagai pemicu wabah yang mulai merebak di Wuhan,” tulis Kepala Bioinformatika CVR David L Robertson sebagaimana dikutip laman berita Caixin.

Namun penelitian yang pertama tersebut mengidentifikasi ular sebagai biang sekaligus pertama kali terinfeksi 2019-nCoV yang kemudian menular ke binatang liar lainnya di Pasar Huanan, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang memperjualbelikan berbagai jenis hasil laut, unggas, ular, kelelawar, dan binatang ternak.

Hingga Kamis, tercatat 617 orang terinfeksi virus yang menyebabkan pneumonia berat dengan 17 orang di antaranya meninggal dunia.

Sejak pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB), di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu masuk program karantina. Semua akses jalan menuju Wuhan ditutup total, termasuk jalan bebas hambatan, stasiun kereta api, dan bandara. (Ant)

Baca Juga: Corona Effect, Dolar Naik Terhadap Yuan

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Atasi Dampak Covid-19, Pemerintah Pastikan Insentif Bagi Industri Media

Nasional

Hari Ini PSBB Transisi DKI Jakarta Berakhir
apahabar.com

Nasional

Tutup Debat, Jokowi-Amin: Jangan Menyerah, Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur
apahabar.com

Nasional

Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi Ingatkan Koleganya Tetap Lanjutkan Kerja
KPK

Nasional

Heboh Sprindik Erick Thohir ke Novel, KPK Buru Pelaku
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingin Jajarannya Ambil Langkah Konkret Respons Covid-19
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Kemenkes Berangkatkan Tim Advance Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Kemendagri: 99% Perekaman e-KTP Cukup untuk Pilkada Demokratis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com