ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Habar Religi

Senin, 20 Januari 2020 - 07:30 WIB

Kemenkes Selektif  Pilih Petugas Kesehatan untuk Jemaah Haji di 2020

Redaksi - apahabar.com

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka. Foto-net

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Petugas kesehatan sigap, handal, amanah, responsif dan inovatif (Shari) sangat diperlukan untuk melayani jemaah. Karena itulah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk tahun ini lebih selektif dalam memilih petugas haji bidang kesehatan.

“Saya menekankan sekali lagi bahwa kita selalu lebih selektif dalam artian bahwa petugas-petugas itu lebih peka untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka belum lama ini.

Untuk itu, proses seleksi tahun ini akan lebih ketat ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 ini, selain kompetensi dan pengalaman kerja, isu penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) serta penyebaran faham radikalisme menjadi perhatian serius panitia penerimaan calon petugas kesehatan haji Indonesia.

Selain itu, kata Eka, rekruitmen ini juga menekankan pentingnya peningkatan sensitifitas petugas dalam memberikan layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia. Mengingat bahwa lebih dari 60 persen jamaah haji Indonesia tergolong berisiko tinggi, baik dilihat dari usia maupun faktor risiko penyakit.

Baca juga :  Puasa Senin-Kamis, Apa Manfaatnya?

“Petugas kesehatan haji selama ini telah banyak membantu menjaga kesehatan jemaah demi dapat melaksanaan ibadah haji sesuai syariat,” katanya.

Eka memastikan, petugas haji bidang kesehatan telah banyak membantu penyelenggaraan ibadah haji. Terutama, kerjasama lintas kementerian yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, telah dilakukan Kemenkes melalui Pusat Kesehatan Haji sudah berjalan baik.

“Sebagai hasilnya, pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan semakin meningkat setiap tahunnya,” katanya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diterima oleh pemerintah Indonesia dalam bidang pelayanan kesehatan dari pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2016.

Sesuai UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, petugas penyelenggara ibadah haji terdiri dari PPIH pusat, PPIH Arab Saudi, PPIH embarkasi dan PPIH Kelompok Terbang (Kloter).

Rekrutmen petugas kesehatan haji dilandasi dengan Permenkes Nomor 3 Tahun 2018. Di bidang kesehatan haji, petugas terbagi menjadi dua kelompok besar, petugas kloter dan non kloter. TKHI yang terdiri dari 1 orang dokter dan 2 orang perawat akan bertugas langsung di setiap kloter.

Baca juga :  Seorang Muslim Bebas dari Hukuman Potong Tangan Berkat Unta, Simak Kisahnya

Sedangkan PPIH bidang kesehatan akan bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah dan Madinah yang nantinya akan menjadi 3 tim, Tim Gerak Cepat (TGC), Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) dan Tim Promotif Preventif (TPP).

Proses penerimaan calon petugas kesehatan jemaah haji akan dilanjutkan dengan psikotes (MMPI), wawancara, tes Napza dan tes kebugaran yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat bersamaan dengan pelatihan kompetensi.

Saat proses pendaftaran online ditutup pada pertengahan Desember lalu, tercatat ada 14.000 orang yang mendaftar. Ribuan pelamar tersebut, akan memperebutkan formasi 1.587 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 306 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan.

Meskipun jumlah jemaah haji terus bertambah, akan tetapi kuota jumlah petugas kesehatan sampai dengan tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: MUI Waspadai Adanya Aliran-Aliran Keagamaan Berbahaya

Baca Juga: Polisi Bagikan Nasi Gratis untuk Jemaah Haul KH Anang Sya’rani Arif ke 51

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Ustaz Somad Ungkapkan Kekaguman pada Ulama Banjar
apahabar.com

Habar

Bincang Tentang Gus Dur dan Abah Guru, Ulama Masa Kini yang Makamnya Ramai Diziarahi
apahabar.com

Habar

12 Ribu Relawan Sudah Terdaftar, Panitia: Kebersihan dan Kesehatan Masih Diperlukan
apahabar.com

Habar

NU Kalsel Imbau Warga Nahdliyyin Rayakan Malam Nishfu Sya’ban di Rumah
apahabar.com

Habar

Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Haul Guru Cantung ke 16
apahabar.com

Habar

Korelasi Kuat Antara Ilmu Hadis dan Budaya Penelitian

Habar

VIDEO: Habib Umar bin Hafidz Peduli Kebakaran di Kalimantan
apahabar.com

Habar

Radius 4 KM dari Pusat Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul Steril dari APK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com