Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Kenang Syahidnya Tentara Turki Utsmani, Guru di Filipina Masuk Islam

- Apahabar.com Senin, 6 Januari 2020 - 10:22 WIB

Kenang Syahidnya Tentara Turki Utsmani, Guru di Filipina Masuk Islam

Pria Filipina Mualaf Usai Kenang Kematian Tentara Utsmaniyah. Foto-Ilustrasi

apahabar.com, ERZURUM – Takjub dengan keyakinan para tentara Turki Utsmani yang syahid dalam Perang Dunia I, membuat seorang guru di Filipina ini memeluk agama Islam.

Tentara Turki Utsmani itu menjadi korban pada pertempuran Sarikamish di Turki Timur Laut.Pertempuran Sarikamish adalah pertemuan yang melibatkan kekaisaran Utsmaniyah dan Kekaisaran Rusia pada 1915. Perang itu merenggut nyawa hampir 90 ribu tentara Ottoman karena kedinginan di distrik Sarikamish Provinsi Kars.

Namanhya Abdullah Ramosa, seorang guru asal Filipina berusia 37 tahun yang mengajar di Kuwait. Sebelumnya, ia beragama Kristen dan menjadi mualaf setelah menghadiri peringatan Sarikamis Martha Memorial Climb pada tahun lalu di pegunungan Sarikamish atau disebut pegunungan Allahuekber.

“Kepercayaan tentara yang mati syahid di kota Sarikamish adalah alasan utama dibalik pilihan saya,” kata Ramosa yang juga aktif di gerakan kepanduan seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (3/1).

Ramosa melakukan perjalanan dari Kuwait ke Erzurum dan melanjutkannya ke Sarikamish untuk berkemah bersama para anggota kepanduan lainnya yang turut menghadiri peringatan itu.

“Tantangan yang dimiliki para prajurit di Pegunungan Allahuekber memberikan kontribusi moral kepada saya. Banyak orang mati syahid di gunung,” kata Ramosa yang sebelum memeluk Islam bernama Oni.

Dalam kemah itu, Ramosa pun merasakan apa yang dirasakan para tentara Utsmaniyah yang mati syahid setelah kedinginan di pegunungan itu. Ramosa pun mengatakan Islam sebagai “hadist” terbesar bagi dirinya dari Allah SWT.

“Setelah menjadi Muslim saya pergi umrah, yang membuat saya merasakan Islam. Ketika saya kembali ke Filipina, salah satu anggota kepanduan juga memeluk Islam. Saya berdoa agar yang lain menjadi Muslim juga,” katanya.

Baca Juga: Tahun Baru, Kebijakan Terkait Umat Islam Perlu Diperhatikan

Baca Juga: Pakar Pendidikan: Generasi Islam, Generasi Unggul

Baca Juga: Islam Tidak Miliki Kontradiksi dengan Sains

Baca Juga: Sempat Ingkari Kerasulan Nabi Muhammad SAW, Filsuf Ini Mendadak Masuk Islam

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Danrem 101/Antasari Ingin Kemesraan Bersama Insan Pers Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Merawat Bahasa Banjar di Lintas Zaman, Akankah Kokoh Seperti Betawi?
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun
apahabar.com

Kalsel

Terancam Sanksi, Pol PP Siap Bangun Tenda di Balai Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Imlek di Tahun Politik, Begini Harapan Umat Konghucu Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kuota Internet Gratis untuk 24 Ribu Pelajar di Kalsel Segera Disalurkan
apahabar.com

Kalsel

Reses Perdana Bang Dhin, Serap Beragam Aspirasi Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Masuk Pasar Martapura Tidak Pakai Masker Pasti Balik Kanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com