apahabar.com
Sementara, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama jajarannya mengunjungi lokasi kerajinan milik Masnur. Foto-apahabar.com/ Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Istilah banyak jalan menuju Roma berlaku untuk Masnur.

Berbekal kreativitas, warga Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru ini bisa meraih banyak untung.

Masnur mampu menyulap limbah kayu ulin dan kelapa menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Menariknya, hasil kreatifitasnya itu sudah menghasilkan rupiah yang tidak sedikit. Bahkan, barang unik dan menarik tersebut juga sudah terjual hingga ke luar pulau Kalimantan Selatan, dan pulau Jawa.

Masnur bilang kerajinan ulin yang diolah dan disulap menjadi perabotan rumah tangga, dan hiasan digelutinya sekitar berjalan dua bulan. Sementara, untuk kerajinan limbah kelapa sudah berjalan setahun.

“Alhamdulillah, kalau limbah ulin kami kerjakan baru dua bulan. Tapi, kalau limbah kelapa sudah setahun,” ujar Masnur kepada apahabar.com.

Pria yang memiliki jiwa seni ini juga mengakui hasil olahannya semakin banyak diminati hingga di luar daerah atau 13 kabupaten di Banua, sebutan Kalsel.

“Kalau jenis olahan cobek dari ulin saja sudah ribuan yang keluar daerah kami pasarkan. Kalu jenis perabotan rumah tangga dan hiasan sudah sampai ke pasar Surabaya, Jakarta, dan Bali,” ujar Masnur.

Diketahui, saat ini Masnur juga telah memiliki delapan pekerja, dan satu orang tenaga ahli untuk berinovasi mengimbangi permintaan pasar.

Beruntung bagi Masnur. Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama jajarannya mengunjungi lokasi kerajinan tersebut.

Bupati Sayed sangat mendukung pengembangan usaha kerajinan itu menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Kotabaru.

“Ya, nanti kita akan kembangkan usaha kerajinan ini dan promosikan melalui instansi terkait agar bisa jadi khas kerajinan Kotabaru,” ujar Bupati Sayed.

Menurut Bupati Sayed, usaha kerajinan limbah kayu dari Desa Tegalrejo tersebut sangat positif untuk dikembangkan. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Di situ nanti pasti akan menarik pekerja lokal. Jadi, masayarakat kita semakin sejahtera. Makanya harus dikembangkan lagi,” pungkasnya menutup.

Baca Juga: Jony Pink, Pengrajin Cobek Limbah Kayu Asal Tala Bertahan di Tengah Gerusan Zaman

Baca Juga: Limbah Oli Cemari Sungai Martapura Dinilai Sengaja Dibuang

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah