Honda CRF 150 L
Honda CRF 150 L. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tingginya minat dan mulai bertambahnya pecinta motor on-off sport menjadi salah satu alasan mengapa kendaraan jenis Honda CRF 150 L laris dipasaran.

Meski memiliki pesaing berat di kelas yang sama seperti Kawasaki KLX 150 dan Yamaha WR 155R, permintaan pasar CRF 150 terbilang cukup tinggi.

Marketing Manager PT Trio Kalsel-Teng Motor, Afrizal Rahman mengatakan, sejak akhir tahun 2019 lalu permintaan honda CRF 150 selalu di penuhi. Rata-rata pesanan sebanyak 40- 60 unit perbulan khusus CRF 150.

“Sementara untuk memenuhi pesanan, pelanggan yang memesan inden sebulan,” kata Afrizal, Jumat (24/1).

Walau persentasi penjualan masih di angka 9 persen, menurutnya tidak menutup kemungkinan angka tersebut akan bertambah.

Dari total penjualan sepanjang tahun 2019 sebanyak 140 ribu unit kendaraan jenis on-off sport masih di posisi terakhir.

Sementara di posisi tertinggi kedua masih diduduki oleh kendaraan jenis bebek yakni 11 persen dan di posisi pertama ada kendaraan metic yakni 80 persen.

Lebih rinci 9 persen penjualan CRF 150 itu paling laku di daerah Banjarmasin, Banjarbaru. Sementara Kalteng di Palangkaraya, Sampit, Pangkalanbun yang mayoritas daerahnya adalah perkebunan sawit.

Afrizal menceritakan, dari target penjualan sebanyak 190 ribu unit kendara Honda di Kalsel dan Kaleng, yang mampu terralisasi hanya 140 ribu unit.

Belum tercapainya target itu, menurutnya akibat pergerakan ekonomi di kuartal tiga dan empat tahun 2019.

Melambatnya pertumbuhan, ekonomi di kala itu juga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Melihat situasi ekonomi yang masih melambat di awal tahun ini, Afrizal mentargetkan penjualan motor Honda bisa tembus 140 ribu unit.

Baca Juga: Corona Effect, Dolar Naik Terhadap Yuan

Baca Juga: Sederet PR Menteri BUMN untuk Bos Baru Garuda

Baca Juga: PGN Siap Pasok Gas ke 52 Pembangkit PLN

Baca Juga: Melihat Rencana Erick Thohir Kelola Hotel BUMN di Satu Atap?

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif