Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

Lihan Divonis 2 Tahun 10 Bulan, Jaksa Masih Pikir Pikir

- Apahabar.com Kamis, 16 Januari 2020 - 13:01 WIB

Lihan Divonis 2 Tahun 10 Bulan, Jaksa Masih Pikir Pikir

Lihan, eks pengusaha intan Martapura.Foto- banjarmasinpost

apahabar.com, BANJARBARU – Lihan, eks pengusaha intan Martapura akhirnya divonis 2 tahun 10 bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Vivi Indrasusi S.H dengan anggota Rio dan Wiwin. Vonis ini dijatuhkan pada Rabu, (15/1) sore kemarin.

Hukuman yang dijatuhkan pada terdakwa penipuan Tax Amnesty senilai Rp1,2 miliar ini terbilang rendah dibanding tuntutan jaksa sebelumnya pada pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara

“Lihan sudah di vonis 2 tahun 10 bulan penjara, dakwaan terbukti dan memang benar melakukan penipuan,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Tipidum) Kejari Banjarbaru, Budi Muklish kepada apahabar.com saat ditemui di Kejari Banjarbaru, Kamis (16/1) siang.

Terdakwa, Lihan pun menerima atas dakwaan yang diberikan pada dirinya. “Terdakwa langsung menyatakan terima,” lanjutnya.

Meski begitu, kejaksaan sendiri masih pikir-pikir mengenai pengurangan dua bulan masa tahanan tersebut. “Terhadap putusan tersebut, meski terdakwa terima tapi jaksa masih pikir-pikir karena kita menggunakan waktu 7 hari untuk memikirkan itu,” terang Budi.

Kemudian, mengingat Lihan masih dalam Pembebasan Bersayarat (PB) dari kasus sebelumnya di LP Martapura, ia mengatakan hukuman bisa akan bertambah.

apahabar.com

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Tipidum) Kejari Banjarbaru, Budi Muklish kepada apahabar.com saat ditemui di Kejari Banjarbaru, Kamis (16/1) siang.Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

“PB nya sisa 2 tahunan. Kita menunggu juga laporan resmi dari jaksa penuntut umum sikapnya seperti apa, itu saja. Tapi secara prosedural P44 kan belum diajukan,” ungkapnya.

Ini juga, lanjutnya, belum inkracht, kalau jaksa menerima langsung inkracht.

Inkracht sendiri ialah putusan yang berkekuatan hukum tetap adalah putusan Pengadilan Negeri yang diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara, putusan perdamaian, putusan verstek yang terhadapnya tidak diajukan verzet atau banding; putusan Pengadilan Tinggi yang diterima oleh kedua belah pihak dan tidak dimohonkan kasasi; dan putusan Mahkamah Agung dalam hal kasasi.

Baca Juga: Lihan, Eks Bos Intan Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara

Baca Juga: Dampak Banjir Jakarta, Soetta Siap Layani 21 Rute Pengalihan Bandara Halim

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

OTT Kasus Pupuk, Sempat Tak Ada Nama Anggota DPR
apahabar.com

Hukum

Oknum Sipir Lapas Banjarbaru Terlibat Narkoba Akan Dipecat!
apahabar.com

Hukum

Gelar Pesta Narkoba, 2 Warga Murung Pudak Tabalong Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Ojol Penabrak Lari Irjen Zulkarnain: Saya Nggak Tahu Itu Pak Kapolda
apahabar.com

Hukum

Trauma, Anak Korban Penculikan di Tanbu Direhabilitasi
apahabar.com

Hukum

Polsek Banjarbaru Barat Ungkap Warung Jajakan Miras
apahabar.com

Hukum

Ini Alasan Danhil Anzar Tak Penuhi Pemanggilan Pemeriksaan
Korupsi

Hukum

Tersandung Korupsi, Kadis Pasar Kotabaru Pensiun Dini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com