Asrama di Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina, Warga Ungkap Biang Penolakan Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina Warga Tapin Positif Covid-19 Termasuk Klaster Gowa, Pelacakan Dimulai Update Corona di Batola: ODP Naik, Barambai Terbanyak Bantu Pemerintah, Ketum Hipmi Rela Hotelnya Jadi Tempat Isolasi




Home Nasional

Senin, 6 Januari 2020 - 14:30 WIB

Ma’ruf Amin: Program Pembangunan Rumah Masih Kalah dengan Bonus Demografi

nazmudin - Apahabar.com

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Kantor Wapres Jakarta, Senin (06/01). Foto-Antara/Fransiska Ninditya

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Kantor Wapres Jakarta, Senin (06/01). Foto-Antara/Fransiska Ninditya

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan angka pembangunan perumahan di Indonesia masih kalah cepat dengan peningkatan jumlah masyarakat usia produktif yang memerlukan tempat tinggal.

Sehingga upaya pembangunan itu harus terus didorong untuk memenuhi kebutuhan rumah.

“Angka peningkatan pembangunan perumahan masih kalah dengan angka peningkatan jumlah keluarga. Jumlah keluarga makin banyak, pembangunan rumahnya kalah cepat,” kata Ma’ruf saat menerima Dewan Pengurus Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Kantor Wapres Jakarta, Senin (06/01).

Ma’ruf menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase keluarga yang memiliki rumah mengalami penurunan dari tahun 2015 sebesar 82,63 persen menjadi 80,02 persen pada 2018.

Baca juga :  Ketua KPU Bicara Alasan Pemilihan Kotak Kardus Ketimbang Aluminium

“Penurunan tersebut menunjukkan jumlah masyarakat yang memerlukan rumah semakin tinggi,” kata Ma’ruf.

Tingginya jumlah masyarakat yang memerlukan tempat tinggal diprediksi akan terus meningkat hingga 2030, dimana Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif.

Oleh karena itu, Ma’ruf berharap REI dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

“Artinya, yang memerlukan rumah itu bertambah. Oleh karena itu, semangat program membangun rumah harus terus ditingkatkan jika ingin angka pembangunan perumahan bertambah tinggi, kita harus mempercepat lagi,” jelas Ma’ruf.

Ma’ruf juga mengapresiasi keberhasilan Program Sejuta Rumah yang sudah mencapai target membangun rumah, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR.

Baca juga :  Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Atap Sekolah Ambruk

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebanyak 1.257.852 unit rumah telah berhasil dibangun per 31 Desember 2019, dengan rincian 945.161 unit di antaranya untuk MBR dan 312.691 unit untuk non-MBR.

Ma’ruf berharap program serupa dapat diteruskan dengan jumlah target capaian ditingkatkan untuk mempertimbangkan potensi bonus demografi tersebut.

“Capaian itu masih perlu ditingkatkan mengingat angka pertumbuhan keluarga baru juga terus meningkat,” ujarnya.(Ant)

Baca Juga: Gelombang Setinggi 4-6 Meter Ancam Perairan NTT

Baca Juga: Tragis, Penumpang Kapal Pelni KM Bukit Siguntang Jatuh ke Laut

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wapres JK: Kenaikan Premi BPJS Kesehatan Sudah Tepat
apahabar.com

Nasional

Prabowo-Sandi Daftarkan Gugatan ke MK Siang Ini
apahabar.com

Nasional

Relawan Capres-Cawapres 01 dan 02 Kompak Tasyakuran Pemilu Berlangsung Damai
apahabar.com

Nasional

Kominfo Imbau Warganet Hapus Aplikasi VPN
apahabar.com

Nasional

Beda Sikap GMNI Banjarmasin Soal Revisi UU KPK
apahabar.com

Nasional

Aparat Pengadilan Jaksel Sudah Diperingatkan Sebelum OTT
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa Saksi Kunci Investasi Bodong MeMiles
apahabar.com

Nasional

Ridwan Kamil Ungkap Banyaknya Sistem Pertahanan Air di Jabar Jebol