Masjid di India Fasilitasi Pernikahan Pasutri Hindu
Ilustrasi pernikahan. Foto-Antara

apahabar.com, KERALA – Sebuah masjid di dekat Alappuzha di negara bagian Kerala, India memfasilitasi pernikahan pasangan suami istrik (pasutri) beragama Hindu.

Pernikahan yang diselenggarakan pada Ahad (19/1) lalu diadakan Masjid Jamaah Muslim Cheruvally, yang menjadi tempat sekaligus mengatur acara.

Meski demikian, pernikahan mereka itu diadakan sesuai ritual Hindu dengan lampu tradisional yang terang. Sementara para tamu yang datang berasal dari kedua komunitas.

Sang pengantin Anju dan Sarath bertukar bunga dan melakukan ritual agama mereka di hadapan seorang imam di masjid tersebut. Kesempatan ini menjadi momen langka karena memperlihatkan persahabatan komunal dari agama yang berbeda.

Di acara pernikahan ini, juga disediakan Sadya vegetarian, yang merupakan masakan khas Kerala dan salah satu hidangan favorit di negara bagian itu. Makanan ini disajikan di atas daun pisang dan dimakan dengan tangan.

Momen seperti ini lantas mendapat pujian dari Kepala Menteri Kerala, Pinarayi Vijayah, yang mengunggahnya ke Facebook.

Dia mengatakan, negara bagian itu memang selalu menjunjung tinggi dan memamerkan contoh-contoh indah kerukunan umat beragama.

Menurutnya, pernikahan ini digelar pada saat ada upaya untuk memecah belah masyarakat atas nama agama. Dia juga menyampaikan keinginannya kepada pasangan tersebut, keluarga, dan komite masjid.

“Kerala adalah satu dan kami akan tetap bersatu,” katanya sembari  berbagi foto upacara pernikahan, dilansir di The Telegraph, Senin (20/1).

Pernikahan pasangan Hindu yang digelar di masjid ini bukan tanpa sebab. Pengantin wanita berasal dari latar belakang ekonomi yang miskin.

Ibu Anju lantas meminta bantuan dari komite masjid untuk menyelenggarakan pernikahan untuk putrinya. Pihak masjid kemudian menyetujuinya.

Komite Masjid juga memberikan sepuluh kedaulatan emas dan dua lakh Rupee kepada pengantin wanita sebagai hadiah pernikahan. Sekretaris Panitia Cheruvally Jamaat, Nujumudeen Alummoottil, mengatakan pihaknya juga mengatur makanan untuk sekitar 1.000 orang. (rep)

Baca Juga: Mualaf Dosmauli S, Dulu Benci Islam Kini Pejuang Agama

Baca Juga: Kemenkes Selektif  Pilih Petugas Kesehatan untuk Jemaah Haji di 2020

Baca Juga: Pertama di Kabupaten Banjar, Media Iklan Videotron akan Berdiri Di Depan Gedung NU

Baca Juga: PCNU Banjar Ambil  Sikap Tegas Jelang Pilkada 2020; Netral

Editor: Syarif