Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng PDP Kalsel Melonjak Drastis, Dua Pasien Masih Balita




Home Gaya

Sabtu, 4 Januari 2020 - 11:20 WIB

Minuman Higienis dan Praktis Dibutuhkan Saat Banjir

Aam - Apahabar.com

Hendy bersama temannya membawa logistik makanan dan minuman yang dibeli sendiri untuk didistribusikan kepada para lansia yang tinggal di Komplek Wisma Tajur Ciledug Tangerang, Kamis (02/01). Foto-Antara

Hendy bersama temannya membawa logistik makanan dan minuman yang dibeli sendiri untuk didistribusikan kepada para lansia yang tinggal di Komplek Wisma Tajur Ciledug Tangerang, Kamis (02/01). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pakar polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Ahmad Zainal Abidin mengatakan minuman higienis dan praktis sangat dibutuhkan bagi pengungsi banjir.

Ahmad menjelaskan kemasan plastik PET menunjukkan keunggulan dalam melindungi kualitas air minum kemasan yang sangat dibutuhkan pada saat bencana termasuk bencana banjir.

“Air mineral menggunakan kemasan yang baik karena telah menerapkan standar produksi yang ketat. Sehingga dari kualitas bisa dipastikan aman,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (04/01).

Selain higienis, air mineral juga sangat praktis karena dapat langsung digunakan para pengungsi tanpa harus memasak air minum terlebih dahulu, atau menggunakan gelas dan tumbler yang harus dicuci disaat air bersih sulit untuk didapat.

“Dari kondisi di pos pengungsian terbukti bahwa air kemasan masih sangat dibutuhkan masyarakat. Air dalam botol plastik PET sudah lama menjadi solusi bagi kebutuhan air minum, karena higienis dan praktis,” kata Ahmad.

Baca juga :  Jubir PKS Muda: Pada 22 Mei, Kedepankan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Golongan

Ia menegaskan bahwa pelarangan air minum dalam kemasan botol plastik yang selama ini terus digaungkan sejumlah lembaga dan Kementerian tidak cocok diterapkan di pengungsian.

“Kondisi di pos pengungsian ini membuktikan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan air minum kemasan dalam botol plastik,” tambah dia.

Selama ini, kata Ahmad, terjadi kesalahpahaman di masyarakat yang menganggap botol PET sebagai biang keladi kerusakan lingkungan. PET mendapat stigma negatif karena dianggap tidak ramah lingkungan.

“Padahal sesungguhnya banyak sekali manfaat dari air minum yang menggunakan kemasan PET ini,” tegas Ahmad.

Ia menjelaskan, botol PET merupakan mata pencaharian bagi banyak kalangan. Mulai dari pembuat botol PET, para pekerja pabrik air minum dalam kemasan, hingga para pemulung dan industri daur ulang botol PET.

“Jadi tidak hanya produk air kemasannya yang berguna, kemasan PET dari air mineral pun setelah menjadi sampah masih sangat bermanfaat,” ujarnya.

Baca juga :  Broadcast Ahok Jadi Ketua Tim Ibu Kota Baru Ditepis Pihak Istana

Ahmad menambahkan bahwa sampah botol PET bisa didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Sampah botol PET adalah aset dan telah memberikan keuntungan pada hampir 5 juta pemulung di seluruh Indonesia.

Athika Fauzyah anggota #komunitasplastikuntukkebaikan menambahkan, para pengungsi saat ini sangat membutuhkan air minum yang higienis.

Selain aman dan higienis, dalam kondisi darurat di pos pengungsian ini, masyarakat membutuhkan makanan dan minuman yang praktis dan siap santap agar dapat langsung digunakan memenuhi kebutuhan mereka. Menurut Athika, selain aman dan sehat, air mineral juga praktis untuk kebutuhan para pengungsi.

Baca Juga: Mahasiswa UMM Temukan Sistem Pintar Pendeteksi Kebakaran Hutan

Baca Juga: Pengunjung Kebun Binatang Ragunan Capai 92.880

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

5 Hal yang Cowok Inginkan Saat Pacaran
apahabar.com

Gaya

Unik, Inilah Sajian Kopi Sebening Air Mineral
apahabar.com

Gaya

Waspada! Penyakit ISPA Paling Banyak Menyerang di Musim Hujan
apahabar.com

Gaya

Berburu Barang Bekas di Event I Love Preloved Market
apahabar.com

Gaya

Cara Kenali Penyakit Hepatitis B
apahabar.com

Gaya

Budaya Minum Kopi Kekinian
apahabar.com

Gaya

Tips Memelihara Kucing Kampung
apahabar.com

Gaya

Cuma Rp10 Ribu, Nikmatnya Katupat Batumis Khas Banjar