Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban Tarif PCR Sudah Turun, Maskapai Penerbangan di Kalsel Masih Menjerit

Mulai Juni 2020 Jakarta Bukan Lagi Ibu Kota

- Apahabar.com     Selasa, 28 Januari 2020 - 14:35 WITA

Mulai Juni 2020 Jakarta Bukan Lagi Ibu Kota

Ilustrasi Monas. Foto-shutterstock.com

apahabar.com, JAKARTA – Tak lama lagi atau tepatnya Juni 2020 Jakarta bukan lagi berstatus ibu kota, hal itu menyusul akan dikeluarkannya UU Ibu Kota Negara.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan bahwa UU Ibu Kota Negara akan keluar pada Juni 2020. Keberadaan UU ini akan mengakhiri status Jakarta sebagai ibu kota negara atau Daerah Khusus Ibu Kota (DKI).

“InsyaAllah bulan Juni, Jakarta tamat sebagai ibu kota negara. Undang-undang (ibu kota baru) akan keluar bulan Juni,” kata Taufik saat sambutan Rapat Kerja Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (26/01).

Ia mengaku tidak mempermasalahkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Namun dia meminta anggota DPR membicarakan status Jakarta setelah ibu kota pindah.

“Kita minta kawan-kawan di DPR, waktu pencabutan Jakarta jadi ibu kota, harus berbarengan dasar hukum Jakarta, apakah Jakarta untuk rezimnya pemerintah daerah sebagaimana Jatim dan Jabar? Kalau itu terjadi itu maka akan terjadi perubahan struktur pemerintahan,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

“Kenapa sedikit sekali yang bicarakan Jakarta setelah ibu kota? Mau jadi apa Jakarta, apakah struktur ekonomi akan berubah ketika tidak jadi ibu kota, nanti akan kita bahas ini. Isu menarik, dan harus dapat perhatian semua warga Jakarta, terutama parpol lain untuk diskusikan karena berpengaruh pada struktur politik,” ujarnya.

Saat ini sedang disusun adalah Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota baru. RUU Ibu Kota baru sendiri telah ditetapkan menjadi Prolegnas oleh DPR pada 2020. Di dalam UU yang baru juga akan diatur soal tata ruang wilayah ibu kota.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Suprihadi mengatakan, pihaknya memproyeksikan UU Ibu Kota baru rampung pada medio 2020 ini. Setelah diundangkan, harapannya konstruksi ibu kota baru bisa segera dimulai pada akhir 2020 atau awal 2021.

“Semua pembangunan akan tunggu UU dulu. Itu paling tidak Juni-Juli ini diundangkan. Kalau UU sudah jadi ya bisa konstruksi,” katanya saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (22/01).

Baca Juga: Jokowi Janji Ibu Kota Baru Bebas Macet dan Banjir

Baca Juga: Arahan Terbaru Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim, Regulasi Jadi Atensi Jokowi

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Bagi Tips Aman Berkendaraan kepada Kaum Milenial

Nasional

Kasus Benih Lobster Seret Nama Fahri Hamzah-Azis Syamsuddin
apahabar.com

Nasional

Pasca Tsunami, Kpu Diminta Data Kembali Pemilih Donggala
apahabar.com

Nasional

ULM Kebagian Tuan Rumah Kondolidasi Nasional BEM SI
Kendaraan yang dikendarai jurnalis Metro TV Isfan Harun Ramadhan (23) usai menabrak truk sampah di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Ahad pagi (22/11)

Nasional

Tabrak Truk Sampah, Jurnalis Metro TV Tewas di Cakung
apahabar.com

Nasional

Bekas Menteri SBY Wanti-Wanti Rencana Jadikan Kalsel Ibu Kota RI
apahabar.com

Nasional

Benarkah Gelombang Kedua Covid-19 Bisa Lebih Parah? Simak Penjelasan WHO
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Jemaah Haji Menuju Arafah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com