Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Musim Hujan, Dinkes Kalsel Gencar Sosialisasi Gerakan 3M Plus

- Apahabar.com Jumat, 10 Januari 2020 - 21:34 WIB

Musim Hujan, Dinkes Kalsel Gencar Sosialisasi Gerakan 3M Plus

Kepala Dinkes Kalsel, Muslim saat ditemui di Kantor BKKBN Kalsel, Jumat (10/1). Foto-stimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Berada di musim penghujan, Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan terus berupaya melakukan penanggulangan sejak dini, guna mencegah penyebaran penyakit berbahaya seperti demam berdarah (DBD).

“Kita sudah melakukan koordinasi terkait kesiapsiagaan hujan yang diperkirakan turun ekstrem. Kita juga sudah membuat edaran ke seluruh kabupaten/kota,” ucap Kepala Dinkes Kalsel, Muslim saat ditemui di Kantor BKKBN Kalsel, Jumat (10/1).

Ada beberapa hal yang disampaikan dalam edaran tersebut, yaitu imbauan saling berkoordinasi antar lintas sektor terkait. Kemudian, menyiagakan fasilitas layanan kesehatan di setiap kabupaten/kota serta melakukan edukasi preventif dan promotif terkait upaya pencegahan penyakit saat musim hujan.

Baca juga :  Siang ini, BMKG Prakirakan 4 Wilayah Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Petir

“Terutama yang kita waspadai saat musim hujan adalah DBD. Sehingga gerakan 3M plus selalu kita sampaikan,” sebut Muslim.

Gerakan 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air kemudian menutupnya, mengubur barang-barang bekas serta menghindari gigitan nyamuk dengan cara menggunakan obat nyamuk atau pemakaian kelambu saat tidur.

“Termasuk mematikan jentik atau larva nyamuk,” imbuhnya

Muslim juga meminta laporan secara berjenjang untuk mengetahui situasi terkini. Sehingga ketika terjadi masalah dan memerlukan tanggap darurat, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca juga :  Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian

Terkait kasus DBD, dia memaparkan hingga Desember 2019 tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Namun untuk daerah yang rawan, ada pada kawasan Hulu Sungai Selatan.

“Kita tidak bisa menghitung kumulatif. Jadi nanti melihatnya dari laporan perhari atau perminggu,” tutupnya

Baca Juga: Resmikan Masjid Jami Al-Jihad, Ansharuddin Serahkan Bantuan Rp 50 juta 

Baca Juga: Dua Mess Ludes Terbakar, PT Silo Rugi Miliaran

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Kalsel, Persentase Kesembuhan Lebih Tinggi Dibanding Kematian
apahabar.com

Kalsel

Hari Anak Nasional di Martapura; 29 Anak Mendapat Remisi, 3 Bebas
apahabar.com

Kalsel

Sungai Kintap Meluap, Ratusan Rumah Penduduk Terendam
apahabar.com

Kalsel

Ngantuk, Mobil Toyota Fortuner Tabrak Pembatas Jalan Terminal
apahabar.com

Kalsel

Iduladha Masa Pandemi, Peternak Sapi di Banjarbaru Rugi Puluhan Juta
apahabar.com

Kalsel

Rotasi Jabatan, Rudi Sarjono Pimpin LPK Anak Martapura
apahabar.com

Kalsel

Ke Luar Negeri, DPRD Kalsel Klaim Kantongi Restu Dua Kementerian
apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Jasad ‘Sahrukhan’ Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com