MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Musim Hujan, Tebing Pinggiran Jalan Tandilang HST Sering Longsor

- Apahabar.com Jumat, 10 Januari 2020 - 09:53 WIB

Musim Hujan, Tebing Pinggiran Jalan Tandilang HST Sering Longsor

Kondisi jalan yang masih beraspal di Desa Tandilang rusak dan berlobang. Foto-apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Sebagian tebing dipinggiran jalan Desa Tandilang Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami longsor. Hal itu disebabkan hujan deras akhir pekan lalu.

Longsoran tanah itu sempat menutupi sebagian ruas jalan berkonstruksi beton di jalan yang dekat dengan perbatasan Desa Tandilang dan Batu Tangga.

Pantauan apahabar.com, Minggu (5/1) lalu, reruntuhan tanah yang menutupi jalan, sudah bersih.

Beruntungnya, longsornya tanah tebing itu tak begitu luas. Namun kondisinya cukup memprihatinkan, sebab tebing yang didominasi tanah itu tidak miring melainkan datar, sehingga tanah lebih mudah longsor.

Selain itu jalan yang juga berada dipinggir atau bantaran sungai itu juga terkikis (abrasi) hingga membuat pembatas jambatan renggang.

Memang sebelumnya, dini hari pada Minggu itu hujan lebat di kawasan Batang Alai Timur. Bahkan Sungai Batang Alai pun meluap dan berwana coklat.

“Memang sempat longsor dan timbunan tanahnya menutup setengah ruas jalan. Tapi sudah diantisipasi warga. Swadaya mereka membersihkannya,” kata Camat BAT, Sahri Ramadhan saat ditemui apahabar.com, Kamis (9/1) pagi.

Jalan yang disampingnya ada lereng itu, lanjut camat, ketika penghujan memang sering longsor.

apahabar.com

Menyisakan debu, bekas longsoran tanah dari tebing di sisi jalan Desa Tandilang sudah dibersihkan masyarakat dan pembatas jembatan yang renggang. Foto-apahabar.com/Lazuardi

Selain itu sebagian jalan yang tidak menggunakan beton juga banyak yang hancur di desa itu dan Desa Hinas Kiri. Disinyalir akibat kondisi tanah yang labil tak kedap terhadap air, terlebih musim hujan.

Keaadaan itu juga diperparah oleh truk bermuatan yang lalu lalang di jalan rusak itu.

“Tahun ini kita memohon lagi untuk dibuatkan jalan seperti itu (beton),” kata camat.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST, A Noor Jauhari, menjelaskan longsor tersebut diakibatkan tebing yang tidak miring.

“Harusnya lereng di situ dibuat minimal kemiringannya 45 derajat,” kata Jauhari ditemui apahabar.com di ruang kerjanya, Kamis (9/1) siang.

Lantas mengapa tak dibuat miring? Pembuatan jalan beton waktu itu, kata Jauhari, terkendala pembebasan lahan. Sebab lokasi longsor itu, tanahnya milik warga.

“Karena terkendala tanah warga yang tak mau menjual jadi kami tidak bisa mengerjakan. Kalaunya warga mau menjual maka dikerjakan (tanahnya) itu,” kata Jauhari.

Padahal, kata Jauhari pihaknya sudah memberikan arahan sosialisasi sebelum agar tak terjadi bencana.

Di lain hal, sebab pemerintah membuat jalan dengan beton sebagian-sebagain, lanjut Jauhari, karena kondisi aspal dan lokasi tanah tersebut tidak kedap air, terlebih saat penghujan hingga mengakibatkan jalan sering hancur.

“Mengatasi masalah itu, maka sebagai prioritas, aspal tadi diganti beton sebagai antisipasinya. Jadi aman, air tak mengendap,” kata Jauhari.

Sementara ruas jalan yang masih menggunakan aspal terlebih ruas jalan yang rusak, Dinas Bina Marga PUPR akan memantau setelah musim penghujan.

“Kami akan reka ulang lagi setelah penghujan berhenti. Saat itu akan terlihat titik-titik jalan yang menjadi prioritas perbaikan,” terang Jauhari.

Sepanjang perjalanan menuju kantor Kecamatan BAT, apahabar.com menemui jalan rusak yang cukup parah. Di antaranya di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan tepatnya di Bendungan Batang Alai dan Sebagian Jalan Kesatria di Desa Tandilang.

“Tahun ini ada beberapa titik jalan yang diinventarisir. Tapi belum di titik-titik rawan. Ini tidak menutup kemungkinan mencaplok jalan yang lain yang dianggap rawan,” tutup Jauhari.

Baca Juga: Hujan Deras di Bantul, Komplek Makam Raja-raja Mataram Kena Longsor

Baca Juga: Kota Jayapura Diterjang Banjir dan Longsor Pasca-Hujan Deras

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Solusi Yang Ditawarkan Dinas TPH Kalsel Agar Petani Tidak Membakar Lahan
apahabar.com

Kalsel

Dua Pekan Berlalu, Operasi Yustisi HST Masih Temukan Warga Tidak Patuh Prokes
apahabar.com

Kalsel

Era Industrialis dan Deformasi Pabrik Kayu dalam Konteks Masyarakat Banjar
apahabar.com

Hukum

Resahkan Warga, Dua Pengedar Sabu Dijerat Resnarkoba Polres Tapin
apahabar.com

Kalsel

Cegah Stunting, Pemerintah Kalsel Gandeng Tokoh Lintas Agama
apahabar.com

Kalsel

Spesialis Pencungkil Jok Motor Kotabaru Dicokok Polisi
apahabar.com

Kalsel

Hindari Sengketa Lahan, BPN Batola Geber Reforma Agraria
apahabar.com

Kalsel

Perayaan Waisak di Balangan: Mencintai Kehidupan Berbudaya Penjaga Persatuan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com