apahabar.com
Penandatanganan perjanjian oleh oknum petugas Yayasan MDA Nuruddiniyyah untuk tidak mengulangi perbuatan yang merugikan pihak Ponpes Darussalam. Foto-apahabar.com/Mada

apahabar.com, MARTAPURA – Pondok Pesantren Darussalam Martapura akan memanggil pengurus Yayasan Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) Nuruddiniyyah Sungai Tabuk untuk bertemu pimpinan umum ponpes, pada Kamis (16/1) mendatang.

Pemanggilan ini buntut pencatutan nama ponpes oleh oknum petugas yayasan, Rusdianto (40) agar mendapatkan sumbangan dari masyarakat. Permohonan bantuan sendiri terkait rehab dan perbaikan bangunan madrasah.

“Pihak Ponpes Darussalam meminta agar pihak yayasan untuk berhadir ke Ponpes pada hari Kamis untuk meminta maaf kepada Pimpinan Umum Darussalam,” kata Kasat Intelkam Polres Banjar, AKP Rony Prasetya melalui KBO Intelkam, Iptu Komari SH, Selasa (14/1).

Permintaan itu disampaikan perwakilan Ponpes Darussalam, H Ahmad Tarhib saat dipertemukan dengan oknum petugas dan pengurus Yayasan MDA Nuruddiyah di Mapolres Banjar, Selasa sore pukul 17.30 Wita.

Dalam pertemuan itu pula, masalah ini diselesaikan dengan cara damai penuh kekeluargaan. Sebab oknum petugas bernama Rusdianto (40) bersama perwakilan yayasan, Nafarin bersedia menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan yang dapat mencemar nama baik ponpes.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Desa Pembantanan Kecamatan Sungai Tabuk, Arfani. Ada pula Ketua Yayasan MDA Nuruddiniyyah Afriani dan bendaharanya, Abdurrahman.

“Jadi kedua belah pihak kita pertemukan dan kita cari titik terang kasus ini,” ujar Komari.

Komari mengungkapkan jika Rusdianto mengakui telah menggunakan nama Ponpes Darussalam saat meminta sumbangan di Kandangan dan Barabai.

Komari menjelaskan, dengan cara itu, diduga Rusdianto berharap dapat menerima imbalan lebih banyak ditiap 10 persen yang dijanjikan oleh pihak yayasan.

Atas perilakunya itu, namun pihak ponpes sudah bersedia memaafkan. “Dengan syarat oknum yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Serta pihak yayasan yang bersangkutan diminta untuk menyetop sumbangannya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi,” terang Komari.

Masalah ini muncul ketika Rusdianto kedapatan meminta dana kepada masyarakat di Kandangan dan Barabai dengan mengatasnamakan Ponpes Darussalam Martapura.

Kejadian ini sempat viral di jejaring grup WhatsApp. Tak ingin masalah membesar, oleh warga ponpes dan para almuni, mencari Rusdianto dan berhasil ditemukan. Saat itu dia sedang berada di Gagang Suwardi, Sekumpul, Senin (13/1).

Polisi yang mendengar kabar itu, meluncur ke sana untuk mengamankan Rusdianto, mengingat situasi mulai panas.

Lantas, untuk menyelesaikan masalah itu, pada Selasa (14/1) siang, polisi memfasilitasi pertemuan antaran pihak Ponpes Darussalam dengan Rusdianto dan pengurus Yayasan MDA Nuruddiniyyah di Mapolre Banjar.

Selain berjanji tidak mengulangi perbuatannya, Rusdianto disarankan untuk wajib lapor setiap 1 pekan sekali ke Polsek Martapura Kota.

Baca Juga: Asyik Ngamar, Puluhan Pasangan Terjaring Razia di Banjarmasin

Baca Juga: Subsidi ‘Si Melon’ Segera Disetop, Gas Industri Jadi Murah

Baca Juga: Update Haul Guru Sekumpul: Penginapan untuk Jemaah Bakal Ditambah!

Baca Juga: Diduga Catut Ponpes Darussalam Minta Bantuan, Pria di Martapura Diamankan

Reporter: AHC 15
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin