Cara Ibnu Sina Respons Penolakan Asrama BKD Jadi Pusat Karantina ODP Miliaran Rupiah Menguap, Imbas Pembebasan Pajak Hotel di Banjar Update Corona di Kalsel: 3 Pasien Dipulangkan, 12 PDP Dalam Perawatan Asrama di Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina, Warga Ungkap Biang Penolakan Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina




Home Kalsel

Selasa, 14 Januari 2020 - 15:26 WIB

Nasruddin, “Nabi” dari Kahakan Alami Gangguan Jiwa!

nazmudin - Apahabar.com

AKBP Sabana Atmojo menginterogasi Nasruddin usai menemukan lembaran kertas hasil tafsirannya sendiri untuk diajarkan kepada jemaah di pondok di tengah-tengah hutan karet dan sawah yang tak jauh dari rumahnya, Desa Kakahan, HST, Kalsel, awal Desember kemarin. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi.

AKBP Sabana Atmojo menginterogasi Nasruddin usai menemukan lembaran kertas hasil tafsirannya sendiri untuk diajarkan kepada jemaah di pondok di tengah-tengah hutan karet dan sawah yang tak jauh dari rumahnya, Desa Kakahan, HST, Kalsel, awal Desember kemarin. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Alasan mengapa Nasruddin mengaku sebagai nabi mulai terang benderang.

Dari hasil pemeriksaan kejiwaan, polisi memastikan pria 59 tahun itu mengidap gangguan jiwa.

Pria asal Kahakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini sempat bikin gempar warga Kalimantan Selatan setelah mengaku sebagai nabi terakhir.

Baca juga: Nasruddin, “Nabi” dari Kahakan Alami Gangguan Jiwa!
Baca juga: Kisah Dokter Zainal: Disayang Warga, Dibuang ke Pulau Sembilan, Dewan Pasang Badan
Baca juga: Naik Rp 2,3 Juta, Gaji Guru Honorer Kalsel Harusnya UMP

Usai Tim Pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan atau Pakem Kabupaten HST turun tangan, polisi menangkap Nasruddin yang dikenal memiliki banyak jemaah itu.

Nasruddin dijerat pasal penistaan agama yang dimaksud pada Pasal 156 a KUHP. Ia diancam hukuman 5 tahun penjara.

Nasruddin pun mendekam di balik jeruji besi sampai polisi memeriksa kejiwaannya di Poli Kejiwaan Rumah Sakit Hasan Basry Kandangan.

Baca juga :  Senin, Puskesmas Martapura 2 Siap Beroperasi di Gedung Baru

Pemeriksaan atau observasi kejiwaan Nasruddin itu dilakukan selama 26 hari atau sejak 26 Desember 2019.

“Hasilnya, yang bersangkutan mengalami gangguan berat,” kata Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dani Sulistiono ditemui apahabar.com, Selasa (14/1).

Walau begitu, kata Dani, proses hukumnya masih berjalan sesuai dengan pasal yang dikenakan.

Berkas penyidikan Nasruddin kini memasuki tahap 1 atau pemeriksaan berkas oleh Kejaksaan Negeri HST.

“Kita tunggu saja dari kejaksaan baru tahap 2, penyerahan tersangka dan barang bukti,” ujar perwira yang genap menjabat 1 bulan di Satreskrim Polres HST.

apahabar.com

apahabar.com/Zulfikar

Seperti diwartakan sebelumnya, Nasruddin diduga mulai menyebarkan ajaran yang menyalahi syariat Islam sejak 2003.

Saat itu, MUI, Tim Pakem dari Kejari Barabai (sekarang Kejari HST) dan Pemkab HST sempat melakukan mediasi.

Sempat terhenti aksi Nasruddin, namun di 2018 ia memulai lagi kegiatan terlarang-nya itu.

Baca juga :  Cerita Berry Nahdian Saat Dikunjungi Anggota DPRD Kalsel

“Lagi-lagi dengan melakukan majelis dengan ciri-ciri salat menggunakan bahasa Indonesia dan mengajarkan kitab hasil terjemahannya sendiri,” kata AKBP Sabana Atmojo saat masih menjabat Kapolres HST yang kini dipindahtugaskan ke Polda Kalsel.

Kitab dari Nasruddin itu mulanya dari Alquran yang disadur dengan pengertiannya sendiri. Kemudian diketik menggunakan laptop dan dicetak.

Hasil dari cetakan itu disatukan dan dibawa ke majelis untuk diajarkan ke jemaah-nya yang digelar tiga kali dalam sepekan.

Hari-hari itu, yakni Rabu pagi, Jumat dan malam Sabtu di sebuah pondok di tengah kebun karet dan sawah. Tempatnya tak jauh dari kediamannya.

“Di situlah ia mengajarkan hasil-hasil saduran dari Alquran yang sudah di-Indonesiakan versi dia,” tutup Kapolres.

Baca Juga: Polisi Periksa Kejiwaan Nasruddin, ‘Nabi’ dari Kakahan Kalsel

Baca Juga: Ditahan, Nasruddin ‘Nabi’ dari Kakahan HST Ingin Cukur Jenggot

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Animo Cukup Tinggi, Balap Kelotok Ces Masuk Agenda Tahunan
apahabar.com

Kalsel

Gangguan Jiwa Berat, Bagaimana Penjagal Bocah SD Limpasu Ditahan?
apahabar.com

Kalsel

Dandim Martapura Tinjau Lokasi TMMD di Desa Biih
apahabar.com

Kalsel

Update Haul Guru Sekumpul: Penginapan untuk Jemaah Bakal Ditambah!
apahabar.com

Kalsel

Percepat Transformasi Pendidikan di Kalsel, HAFECS Gelar Training Akbar

Kalsel

Dugaan Korupsi Retribusi Parkir Ulin Raya: Jaksa Kantongi Dokumen “Emas”
apahabar.com

Kalsel

Malam Takbiran, Dua Rumah di Anjir Pasar Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Ingatkan Instansi Terkait Waspada Karhutla