apahabar.com
Ilustrasi korban kejahatan seksual. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Terduga pelaku pencabulan siswa SMA di Banjarbaru masih tetap mengantor.

Dari penelusuran media ini, sebelumnya, terduga pelaku adalah salah satu oknum pejabat di Kota Baiman, sebutan untuk Banjarmasin.

Otoritas terkait masih merahasiakan sosok terduga pelaku tersebut sampai ada pemeriksaan lanjutan.

“Kita belum bisa sampaikan, sampai ada pemeriksaan lanjutan,” ujar Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubag Humas AKP Siti Rohayati kepada apahabar.com, Selasa (7/1) siang.

Lantas di mana keberadaanya sekarang?

Penelusuran media ini, keberadaan oknum tersebut tak diketahui pada Senin (6/1) kemarin.

Yang bersangkutan baru terlihat mengantor pada hari ini, Selasa (7/1).

Rekan kerjanya mengatakan yang bersangkutan sempat bertemu dengan jajaran staf dan sejumlah petinggi lembaga tersebut.

Namun, keberlangsungan itu bertahan cuma sesaat. Datang pada siang hari sekitar pukul 14.00, yang bersangkutan pulang sebelum salat asar.

“Ada tadi beliau datang, tetapi tak lama sekitar 1 jam lebih saja pulang,” ujar rekan kerja terduga pelaku.

Bagaimana dengan kemarin? sumber media ini menerangkan tak tahu menahu keberadaan yang bersangkutan.

Pasalnya, semua komisioner tak memiliki jam kerja tetap layaknya aparatur sipil negara (ASN).

“Kalau mereka sibuk tak perlu masuk kantor, dan tidak perlu mengabari langsung sama kami seperti anggota dewan jugakan,” pungkasnya.

Menyikapi kasus yang dikaitkan dengan sosok pimpinannya itu, rekan kerja terduga pelaku enggan berspekulasi.

“Kita tunggu saja keterangan resmi polisi,” jelas dia. “Masih simpang siur informasi, jadi tak berani berkomentar kalau itu tidak benar, nanti sedih orangnya,” sambungnya lagi.

Diwartakan sebelumnya, dugaan kasus pelecehan anak ini sudah sampai ke telinga Wali Kota Ibnu Sina.

“Kita serahkan kasus dan hormati proses hukum Polsek [Polisi],” ujar Ibnu kepada apahabar.com, siang tadi.

Besar harapan Ibnu, kasus hukum yang membelit oknum tersebut tak memengaruhi proses pemilihan kepala daerah di Banjarmasin.

Sebagaimana diketahui, belum lama tadi KPU Banjarmasin telah me-launching tahapan Pilkada.

Banjarmasin menjadi kota pertama di Kalsel yang me-launching penyelenggaraan Pilkada 2020.

“Ya, Kita harapkan begitu,” imbuh Ibnu Sina.

Terkait siapa sosok oknum tersebut Ibnu sendiri enggan berspekulasi.

Dugaan bahwa yang bersangkutan merupakan salah satu pimpinan di lembaga penyelenggaraan Pemilu belum sepenuhnya benar.

“Kita klarifikasi dan bertanya dulu apakah benar,” tuturnya.

Terkait isu yang menyebut adanya dugaan bahwa pelaku yang terjerat adalah oknum pimpinan KPU belum juga dibenarkan oleh polisi.

Agar tak melabrak asas praduga tak bersalah, Siti meminta masyarakat termasuk media tak menduga-duga sampai polisi merampungkan proses penyelidikan perkara ini.

Adapun dugaan kasus ini menyeruak ke permukaan setelah polisi menerima laporan masuk dari ibu korban pada akhir pekan lalu.

Pelecehan ini diduga terjadi pada 25 Desember lalu. Tepatnya di lobi salah satu hotel di bilangan Banjarbaru Barat.

Saat itu korban merupakan salah seorang siswa yang sedang magang di rapat koordinasi sebuah lembaga keagamaan di Banjarbaru.

Singkat cerita, terduga pelaku datang dan mengajak tersangka berkenalan. Sejurus itu, pelaku disebut mencolek-colek korban.

Baca Juga: Oknum Pejabat di Banjarmasin Diduga Cabuli Anak Laki-Laki

Baca Juga: Dikeroyok dan Ditusuk, Pria Banjarmasin Bersimbah Darah  

Reporter: Bahaudin Qusairi/Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah