Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Olah TKP Kebakaran Maut di Sekadau, Jendela Kamar Terkunci Mati

- Apahabar.com Rabu, 29 Januari 2020 - 11:18 WIB

Olah TKP Kebakaran Maut di Sekadau, Jendela Kamar Terkunci Mati

Anggota Polsek Belitang Hilir saat melakukan olah TKP kebakaran yang merenggut nyawa 1 keluarga di Dusun Sungai Biawak Desa Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau.

apahabar.com, SEKADAU – Kebakaran maut pada Senin (27/1) malam menewaskan keluarga Yulianus Subeh.

Mereka tewas terjebak dalam kamar. Api melalap habis rumah mereka di kawasan Dusun Sungai Biawak, Desa Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau pada pukul 19.30 WIB.

Dari laporan polisi, ketiga anggota keluarga yang tewas, masing-masing Yulianus (56) yang merupakan kepala keluarga, Bunga (47) sang istri, dan anaknya EL (11).

Menurut keterangan saksi, api sudah berkobar hebat dari dalam rumah saat warga datang menolong. Api yang terus membesar membuat saksi tak berani masuk ke rumah.

“Saksi meneriaki korban tetapi tidak ada jawaban, kemudian mereka berusaha mendobrak pintu untuk memadamkan api, akan tetapi tidak bisa. Dan mendobrak jendela depan sebelah kiri pintu dan masuk lewat jendela tersebut melihat api sudah membesar di bagian kamar belakang rumah korban,” ujar Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala dilansir apahabar.com dari Tribun Pontianak, Rabu (29/1).

Warga yang mengetahui kebakaran itu kemudian berbondong-bondong memadamkan api dengan alat seadanya.

Api baru bisa dipadamkan warga sekitar pukul 20.40. Sayang, nyawa ketiga penghuni rumah tak bisa diselamatkan.

Hasil olah TKP, polisi menduga api berasal dari salah satu kamar di bagian belakang.

Polisi juga mendapati sebuah pelita atau alat penerangan di depan pintu rumah korban.

Setengah meter dari pelita itu terdapat jeriken tempat minyak. Di samping pelita itu, terdapat tumpukan pakaian. Juga tumpukan buku. Dan kasus yang terbuat dari kapuk atau kapas.

Dari situlah, polisi memperkirakan asal muasal api berasal. Api diduga secara tak sengaja merambat ke tumpukan pakaian tersebut.

“Api membesar kemudian merambat ke pintu kamar rumah korban, rumah korban terbuat dari kayu,” jelas Kapolres.

Bila melihat dari posisi jasad, kata dia, korban berupaya untuk ke luar. Namun tidak bisa karena api di depan pintu masuk kamar sudah membesar. Sementara jendela kamar terkunci mati menggunakan paku.

“Saat kebakaran diperkirakan korban berupaya untuk ke luar rumah namun sudah terhalang oleh api yang sudah membesar di depan pintu kamar. Kondisi ketiga korban meninggal dunia saat ditemukan dalam keadaan luka bakar,” ucapnya.

Ukuran kamar kurang lebih 3×5 meter. Hasil pengecekan di dalam kamar terdapat tumpukan pakaian yang terbakar, buku dan kertas, kasur yang terbuat dari kapuk atau kapas.

Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian Sekadau.

Baca Juga: Kebakaran di Sekadau Kalbar, Satu Keluarga Tewas Terpanggang

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Belasan TKI dari Malaysia di Kalimantan Di-Rapid Tes, Simak Hasilnya
apahabar.com

Kalbar

IJTI Segera Terbentuk di Kalbar
apahabar.com

Kalbar

Tiba di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Tim Touring Kemerdekaan Disambut Hangat Polsek Entikong
apahabar.com

Kalbar

Musim Hujan, Warga Pontianak Waspada ‘Kencing Tikus’
apahabar.com

Kalbar

14 Siswa dan 8 Guru di Kalbar Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalbar

Ponti Kayan asal Entikong, Paling Diburu Penikmat Buah Durian
apahabar.com

Kalbar

3 Pegawai Positif, Puluhan Pejabat Pemprov Kalbar Diswab
apahabar.com

Kalbar

Gara-Gara Bansos, Sekdes di Kalimantan Kena Keroyok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com