Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan

Pakai Scan QR, Histori Tanaman Pulau Curiak Teridentifikasi

- Apahabar.com Kamis, 16 Januari 2020 - 19:21 WIB

Pakai Scan QR, Histori Tanaman Pulau Curiak Teridentifikasi

Ketua SBI Foundation, Amalia Rezeki, mencoba scan QR hasil karya Chandra Pratama di Pulau Curiak. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Tidak sekadar tempat pelestarian, Stasiun Riset Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batol) juga sudah menerapkan teknologi.

Teknologi dimaksud adalah pemasangan barcode untuk setiap tanaman yang berada dalam arboretum mangrove tumbuhan lahan basah.

Melalui barcode tersebut, peneliti maupun pengunjung tinggal melakukan scan QR menggunakan telepon seluler untuk mengetahui informasi tanaman.

Barcode dipasang serentak di beberapa pohon, Kamis (16/1), oleh Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Foundation dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai pengelola Stasiun Riset Bekantan.

“Masih dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup, kami meluncurkan sistem baru dalam pengenalan koleksi tumbuhan,” papar Amalia Rezeki, SBI Foundation.

Sistem tersebut merupakan hasil karya Chandra Pratama, mahasiswa semester akhir Program Studi Pendidikan Biologi ULM.

“Dengan sistem tersebut, pengunjung tinggal melakukan scan barcode menggunakan telepon seluler masing-masing. Selanjutnya muncul sejumlah informasi mengenai tumbuhan tersebut,” jelas Chandra.

Adapun jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di kawasan ini antara lain rambai, bintaro, jingah, beringin, putat, piai, kelakai, jeruju, bakung dan pipisangan.

Diisi tumbuhan lahan basah berbagai spesies, arboretum mangrove bukan hanya menjadi tempat pelestarian.

Kawasan ini juga dijadikan tempat pendidikan dan pengenalan jenis-jenis mangrove kepada mahasiswa, peneliti dan masyarakat.

Sejak diresmikan Rektor ULM, Prof Dr H Sutarto Hadi, di pertengahan Juli 2018, Stasiun Riset Bekantan sudah beberapa kali dikunjungi wisatawan mancanegara.

Pun setiap tahunnya SBI juga menggelar kegiatan yang diberi nama summer course dan internship program untuk pelajar maupun mahasiswa.

Untuk menuju Pulau Curiak, pengunjung dapat menyewa kelotok yang setiap hari mangkal di bawah Jembatan Barito.

Baca Juga: Tunjangan Tenaga Kesehatan di Kotabaru Bakalan Naik

Baca Juga: Tahun Ini, Banjarmasin Bakal Bangun Belasan Jembatan Lengkung

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kasus Perempuan dan Anak Naik, Banjarmasin Dominan Pelecehan Seksual, Fisik, dan Psikis
Pengedar Kotabaru

Kalsel

Polisi Bekuk Pengedar Kotabaru Tengah, Hampir Seribu Zenith Diamankan
apahabar.com

Kalsel

BNNK Balangan Peringati HANI 2019, Ajak Perangi Narkoba 
apahabar.com

Kalsel

Hasil Penetapan Pileg 2019, Batola Masih Kuning
apahabar.com

Kalsel

Dear Warga Kalsel-Teng, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Saat Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Gas Badandan Disinyalir Hanya Terperangkap

Kalsel

Di Banjarmasin, Terungkap Sosok Misterius Gilang ‘Bungkus’ Fetish Kain Jarik
apahabar.com

Kalsel

Hujan Datang, Asap Menghilang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com