apahabar.com
Ilustrasi. Foto-arah.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Bagi sebagian orang, mungkin pekerjaan yang paling utama dilihat dari sebesar apa pendapatannya. Namun berbeda “di mata” Rasulullah SAW. Empat hadis sahih berikut setidaknya menggambarkan pekerjaan paling utama menurut beliau.

Dari Said bin Umair dari pamannya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan yang baik”(HR. Baihaqi dan Al Hakim; shahih lighairihi).

Dari Khalih, ia berkata,”Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Beliau menjawab, “Perniagaan yang baik dan pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri”(HR. Al Bazzar dan Thabrani dalam Al Mujam Kabir; shahih lighairihi).

Dari Ibnu Umar, ia berkata,”Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perniagaan yang baik”(HR. Thabrani dalam Al Mujam Kabir; shahih).

Dari Rafi bin Khadij, ia berkata, “Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap perniagaan yang baik”(HR. Ahmad dan Al Bazzar; shahih lighairihi).

Dari keempat hadis tersebut, meskipun kadang Rasulullah ditanya dengan istilah “pekerjaan yang paling baik” dan kadang ditanya dengan istilah “pekerjaan yang paling utama”, ternyata jawaban beliau hampir sama. Yakni pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan perniagaan yang baik.

Pekerjaan dengan tangan sendiri maksudnya adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang tanpa meminta-minta. Pekerjaan itu bisa berupa profesi sebagai tukang batu, tukang kayu, pandai besi, maupun pekerjaan lainnya.

Dalam hadis yang lain dicontohkan pekerjaan seseorang yang mencari kayu bakar. Profesi dokter, arsitek, dan sejenisnya di zaman sekarang juga termasuk dalam hadis ini.

Sedangkan perniagaan yang baik maksudnya adalah perniagaan atau perdagangan yang bersih dari penipuan dan kecurangan. Baik kecurangan timbangan maupun kecurangan dengan menyembunyikan cacatnya barang yang dijual.

Jadi, dalam Islam, pekerjaan apapun baik. Pekerjaan apapun bisa menjadi pekerjaan paling baik. Asalkan halal dan bukan meminta-minta. Baik menjadi karyawan, profesional, pebisnis maupun pengusaha, semua punya peluang yang sama.

Baca Juga: Amar Makruf Nahi Mungkar Tapi Penuh Benci dan Cacian?

Baca Juga: Bogem Mentah Utbah untuk Abu Bakar dan Kecupan Rasulullah

Sumber: bersamadakwah/Shahih At-Targhib wa At-Tarhib dan Maktabah Syamilah.
Editor: Muhammad Bulkini