Agar Koalisi Penanggulangan AIDS Banjarmasin Tak Lagi Mati Suri Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin 

‘Bocah’ Terlibat Prostitusi Online, Polisi Banjarbaru Buru Muncikari

- Apahabar.com     Jumat, 24 Januari 2020 - 12:58 WITA

‘Bocah’ Terlibat Prostitusi Online, Polisi Banjarbaru Buru Muncikari

Polisi mendapati sejumlah alat bukti prostitusi berupa alat kontrasepsi bersama seorang terduga PSK. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Dalang di balik kasus prostitusi online yang menyeret dua pelajar di Banjarbaru tengah diburu petugas.

“Disinyalir ada muncikari yang bermain di aplikasi,” ujar Kasubnit 2 unit Patroli Polres Banjarbaru, Aiptu Isman Riskadani kepada apahabar.com saat ditemui di Polres Banjarbaru, Jumat (24/1) pagi.

Keberadaan muncikari tersebut terungkap dari pengakuan para pelaku yang diamankan petugas di sebuah hotel kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kamis (23/1) malam. Para pelaku yang diamankan terdiri dari dua pelajar, dan empat pekerja seks komersial.

“Mereka bilangnya baru saja gabung di prostitusi online ini, ada yang ngakunya sudah satu bulan, ada yang ngakunya baru satu minggu,” jelasnya lagi.

“Nanti akan ada penyelidikan ke arah sana, cuma kita belum ketemu lagi,” ungkapnya.

Polisi menegaskan pencarian dalang atau muncikari prostitusi online berbasis aplikasi menjadi atensi tersendiri bagi pihaknya.

“Ini target pertama ya muncikari itu,” pungkasnya.

Polisi mengamankan dua bocah laki laki terlibat dalam praktik prostitusi online. Mereka diamankan bersama empat orang perempuan dewasa yang diduga PSK.

Sebelumnya, polisi menggerebek sebuah hotel di kawasan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kamis (23/1) malam tadi.

Tiba di lokasi, petugas berhasil menemukan satu alat bukti yakni alat kontrasepsi.

“Kita cek di penginapan itu dan kita temukan alat kontrasepsi,” lanjutnya.

Alhasil ada dua orang laki laki yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Sementara, empat orang perempuan diduga pekerja seks komersial (psk).

“Ada yang di bawah umur dua laki laki sedangkan empat perempuan itu usianya 20 tahunan,” jelas Isman.

Diungkapkan Isman, bahwa prostitusi online di Banjarbaru saat ini sudah makin bergeliat.

“Mereka (prostitusi online) sudah mulai pintar. Caranya lebih hati hati ketimbang dulu,” ungkapnya.

Selain itu, ia membeberkan perbedaan antara prostitusi online dan prostitusi biasa terdapat dalam segi teknologinya.

“Bedanya di teknologi, yang prostitusi online menggunakan aplikasi dan lokasinya beda beda. Kalau yang prostitusi biasa, lokasinya biasanya sama saja,” bebernya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua bocah lelaki dengan empat orang PSK tersebut kini diamankan di Mapolres Banjarbaru.

“Yang diproses 4 orang perempuan ini. Dan 2 orang anak laki laki di bawah umur lebih ke arah pembinaan,” jelasnya lagi.

Adapun ancaman maksimalnya yaitu hukuman pidana 3 bulan dan denda 5 juta. “Sesuai aturan Perda Banjarbaru pasal 12 nomor 6 tahun 2002,” tutupnya.

Baca Juga: Edan, Dua Pelajar di Banjarbaru Kedapatan Ngamar bareng 4 Perempuan

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ditembak

Kalsel

Buruh Bangunan di Tanbu Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diliputi Kabut Asap, Kebakaran Masih Diwaspadai
BPC HIPMI

Kalsel

BPC HIPMI Tapin Rekomendasikan Rendy Ronaldy Bimantara di Musda XV
apahabar.com

Kalsel

55 Kubik Material Tanah Merah Ratakan Jalan Kuin Kecil

Kalsel

PPKM Level IV di Banjarmasin: Ribuan Warga Terima Beras hingga Uang Tunai
BPOM

Kalsel

Izin Edar BPOM Terbit, Vaksin Covid-19 di Kalsel Siap Didistribusikan

Kalsel

Geger!! Perempuan Muda Tak Bernyawa di Hotel Berbintang Banjarmasin
Banjir Kalsel

Kalsel

PSSI Donasi Bantuan ke Pegiat Bola Kalsel yang Terdampak Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com