Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Pencabulan Sesama Jenis, Psikolog ULM Minta GM Dites Psikologi

- Apahabar.com     Rabu, 29 Januari 2020 - 09:53 WITA

Pencabulan Sesama Jenis, Psikolog ULM Minta GM Dites Psikologi

Ilustrasi korban kekerasan seksual. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Belakangan ini, warga Kalsel digemparkan oleh kasus pencabulan yang menyeret seorang pejabat publik berinisial GM.

Polisi telah menetapkan oknum petinggi lembaga Pemilu itu sebagai tersangka. Korban dalam kasus ini adalah seorang siswa magang di sebuah hotel di Banjarbaru.

Kasus ini merebak sejak akhir Desember lalu, setelah orang tua korban melaporkan tindak asusila itu ke Polres Banjarbaru.

Pakar Psikolog Universitas Lambung Mangkurat, Rika Vira Zwagery, menyarankan agar pelaku menjalani tes psikologi.

“Dalam proses penyidikan,” tuturnya kepada apahabar.com.

Pelaku melakukan tindakan asusila kepada sesama jenis dan korban masih dikategorikan sebagai remaja. Karenanya, kasus ini dirasa perlu menjadi atensi tersendiri bagi polisi.

“Itu perlu di-assessment lebih lanjut karena korbannya adalah sesama jenis. Juga belum jelas diagnosisnya karena usia korbannya remaja, sedangkan untuk pedofilia adalah pada anak-anak,” ucap Dosen Psikolog ULM ini.

Untuk mendiagnosis pelaku, ujarnya, harus dipastikan lewat gejala-gejala yang jelas. Dalam kasus ini, dirinya belum bisa menyebut ini sebagai kelainan seksual.

“Kalau dia hanya sekali melakukan tindakan, mungkin itu baru sampai pada kekerasan seksual saja,” ungkapnya.

Kecenderungan penyimpangan seksual disebabkan banyak faktor. Dipaparkan Rika, perlu ditelusuri lebih mendalam apakah pelaku mempunyai pengalaman atau trauma di masa lalu sebagai korban kekerasan seksual juga.

“Secara teoritik ilmu kedokteran bisa jadi ada gangguan di struktur otak. Jadi ada beberapa macam faktor tidak hanya berdiri pada satu faktor saja,” jelasnya.

Selain pemberian sanksi hukum, Rika juga menyarankan agar pelaku diberikan penanganan khusus secara individu terkait permasalahan perilaku.

“Harusnya sih secara individu dia dapat intervensi, agar tidak ada pengulangan perilaku yang sama. Karena ini gangguannya yang harus disembuhkan,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: Resmi Jadi Tersangka Asusila, GM Buka Suara

Baca Juga: Jadi Tersangka Pencabulan, Nasib Gusti Makmur di Ujung Tanduk

Baca Juga: Sikap KPU Usai Penetapan Gusti Makmur sebagai Tersangka Pencabulan

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sempat Diselidiki Polisi, Intip Progres Jembatan HKSN 1 Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Rapat Pleno Hasil Verifikasi Faktual, Kapolsek Pimpin Apel Pagi dengan PPK dan Panwascam
apahabar.com

Kalsel

Masker Cuma di Leher, Wali Kota Banjarmasin: Jangan Sampai Kaget
apahabar.com

Kalsel

Wityo Terharu Rumahnya Direhab Tim Satgas TMMD Kodim 1022/Tanah Bumbu

Kalsel

Polisi Ringkus Pengedar Narkoba di Desa Sarigadung Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Cerita di Balik Makam Keramat Panjang yang Jarang Diketahui Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Masuk Masa Kampanye, Foto Petahana Ibnu Sina Masih Terpampang di Kawasan Balai Kota
Kebakaran Banjarmasin

Kalsel

Pilu Korban Kebakaran Kuin Cerucuk: Ijazah Anak Ludes, Sisa Baju di Badan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com