Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir Banjir, Ancaman Kelaparan Mengintai Warga Pejambuan Sungai Tabuk Bertambah 9.994, Positif Covid-19 Indonesia Dekati 1 Juta Kasus Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin

Penuhi Kebutuhan Industri, Kemenperin Buka Keran Impor Gula

- Apahabar.com Selasa, 7 Januari 2020 - 05:45 WIB

Penuhi Kebutuhan Industri, Kemenperin Buka Keran Impor Gula

Gula ilustrasi. Foto-Hello Sehat

apahabar.com, JAKARTA – Produksi gula dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri. Makanya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membuka keran impor gula rafinasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, berdasarkan masukan para pelaku usaha, kebutuhan gula untuk industri sebanyak 3,2 juta ton per tahun.

“Dalam kaca mata Kemenperin, industri ini spesifikasinya berbeda dengan konsumen, maka mau tidak mau harus lakukan impor agar industri bisa bergerak,” ujarnya.

Kendati demikian ia berharap, nantinya produksi gula di Tanah Air cukup. Dengan begitu, tidak perlu dilakukan impor.

“Ke depannya sudah kami usukan ada program revitalisasi pabrik-pabrik gula yang selama ini tidak beroperasi. Khususnya yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), ini lagi kami identifikasi,” ujar Agus.

Dirinya menambahkan, dua minggu lalu Kemenperin melakukan kunjungan kerja ke Taiwan. Lalu bertemu dengan konglomerat besar yakni Taiwan Sugar Corp.

“Kami ketemu langsung dengan pimpinannya. Mereka sudah siap investasi di Indonesia, tapi memang ada syarat-syarat yang mereka butuhkan sebelum investasi yaitu butuh lahan seluas 50 ribu hektare minimal untuk kembangkan usaha,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Agus, saat ini sudah ada provinsi yang menyatakan kesanggupannya menyediakan lahan itu. Hanya saja ia masih enggan menyebutkan lebih detail.

Perusahaan gula besar di Taiwan tersebut, ujar dia, bersedia pula bermitra atau membeli perusahaan gula nasional yang sedang kesulitan atau sedang tidak beroperasi.

“Kalau investor bisa masuk ke industri yang sudah ada tapi tidak fungsional, pasti lebih cepat dapatkan solusi agar ketersediaan gula dalam negeri bisa ditutup dari pabrik di Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga: Investor Amerika Jajaki Potensi Perhotelan di Pesisir Selatan

Baca Juga: Harga Gas Industri Turun, Menperin: Penerimaan Negara Akan Naik

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bank Indonesia Target 17 Juta Pedagang QRIS di 2020
apahabar.com

Ekbis

Kehadiran Mcdonalds, Angin Segar bagi Pendapatan Daerah
apahabar.com

Ekbis

Jelang New Normal,1.000 Unit GoCar Dipasang Sekat Pelindung
apahabar.com

Ekbis

Usung Program Branchless Banking, Mandiri Optimis Majukan UMKM Kalsel
Uang Rupiah

Ekbis

Didukung Sentimen Positif Global, Rupiah Awal Tahun Menguat Tajam
apahabar.com

Ekbis

Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS
apahabar.com

Ekbis

Ahok Nyatakan Siap Bantu Dirut Pertamina Nicke Widyawati
apahabar.com

Ekbis

Selain Menjual Oleh-Oleh, Pokta Tabalong Juga Pasarkan Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com