ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Ekbis

Selasa, 7 Januari 2020 - 11:18 WIB

Penurunan Harga Pertamax Cs Bikin Tekor Pengusaha SPBU Kalsel!

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi bahan bakar khusus Pertamina. Foto-Istimewa

Ilustrasi bahan bakar khusus Pertamina. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyesuaian harga BBM dianggap merugikan pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se- Kalsel.

Per 5 Januari 2020, Pertamina menyesuaikan harga Pertamax Cs di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.

Di Banua, sebutan Kalsel, harga Pertamax menyusut menjadi Rp 9.400, dan Pertamax Turbo Rp 10.100/liter.

Kemudian, Pertamina Dex mengalami penyesuaian menjadi Rp 10.450, dan Dexlite menjadi Rp 9.700/liter.

“Kebijakan penurunan harga yang mengacu pada Peraturan Menteri ESDM ini malah merugikan pengusaha minyak di Kalsel,” ucap Ketua Hiswana Migas Kalsel, Syaibani kepada apahabar.com, Selasa (7/1).

Kerugian itu, kata dia, disebabkan karena sisa stok yang tak terjual mengalami defisit atau kekurangan.

Harga jual Pertamax Cs dan lainnya lebih rendah daripada harga tebus BBK sebelum adanya penurunan harga tersebut.

Baca juga :  PLN Umumkan Golongan yang Terima Stimulus Covid-19

“Jadi apabila dikatakan penurunan harga ini menguntungkan pengusaha SPBU, itu keliru,” tegasnya.

Dari laporannya, kerugian diprediksi mencapai Rp10-20 juta per SPBU se-Kalsel.

“Bayangkan di Kalsel ini terdapat 120 SPBU, jadi segitu kerugian para pengusaha minyak,” bebernya.

Sementara itu, Ekonom Kalsel, Ahmad Murjani mengatakan penyesuaian harga BBM ini memberikan dampak positif dan negatif di tengah masyarakat.

Di satu sisi, masyarakat sebagai konsumen merasa diuntungkan dengan adanya penurunan harga tersebut. Misalnya seperti Apindo, Gapki, Gapkindo, Organda, dan lainnya. Organisasi-organisasi ini merupakan afilisasi daripada asosiasi pengusaha Indonesia atau Apindo.

“Kalsel merupakan daerah yang potensial di sektor pertambangan, angkutan umum, pertanian, dan industri,” katanya.

Baca juga :  Dilantik MA, Doni Joewono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Namun di sisi lain, sambung dia, pengusaha minyak di seluruh Indonesia tentu mengalami kerugian besar.

Terlebih, kebijakan penyesuaian harga ini sifatnya mendadak.

“Pandangan saya pengusaha minyak dalam posisi dirugikan. Tebusan lebih mahal, stok banyak, kemudian secara tiba-tiba keluar kebijakan bahwa harga turun,” jelasnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, para pengusaha minyak perlu mendapatkan perlindungan.

“Ya, apa boleh buat. Mungkin pemerintah memiliki maksud yang positif dengan adanya kebijakan penurunan harga yang mendadak ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Pertamax Cs Turun, Pengusaha Kalsel Kecipratan Untung

Baca Juga: Pertamax Cs di Kalsel Ikut Turun, Simak Daftar Harganya

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Inilah Daftar Smartphone Samsung yang Mendapatkan Android 9 Pie
apahabar.com

Ekbis

Pengusaha Kuliner Gunakan Elpiji Nonsubsidi
apahabar.com

Ekbis

Manfaatkan Kolam, Perumahan Wellbeing Kembangkan Budidaya Ikan Keramba
apahabar.com

Ekbis

Aidi Pelihara Koi, Eh Jadi Hoki
apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Aksi Ambil Untung, IHSG Akhir Pekan Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Melambat, Deputi Gubernur BI Ungkap Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Presiden Portugal Tertarik dengan Batik dan Kerajinan Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com