Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Perayaan Imlek Nasional, Presiden: Ayo Kerja Lebih Keras

- Apahabar.com     Kamis, 30 Januari 2020 - 16:08 WITA

Perayaan Imlek Nasional, Presiden: Ayo Kerja Lebih Keras

Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang Selatan, Kamis (30-1-2020). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr./klw.

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk bekerja lebih keras pada momen tahun baru Imlek.

“Kalau kita kerja biasa-biasa saja akan sangat berbahaya bagi ekonomi negara kita. Karena ekonomi dunia sekarang sedang berada pada posisi yang menurun dan tidak pasti,” kata Presiden Joko Widodo saat menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang Selatan, Kamis (30/1).

Presiden Jokowi hadir mengenakan pakaian tradisional changshan berwarna merah dalam perayaan yang mengangkat tema “Bersatu untuk Indonesia Maju” itu.

“Pagi hari ini saya sangat bergembira sekali dan saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Imlek pada tahun 2020 ini. Gong Xi Fa Cai,” ucap Presiden

Perayaan tersebut terasa kental akan nuansa kebudayaan dan keberagaman masyarakat Indonesia. Tidak hanya dihadiri oleh komunitas Tionghoa Indonesia, tetapi juga turut dihadiri oleh para raja dari penjuru Nusantara, masyarakat dari lintas agama dan profesi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, kepala negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan.

Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Bayangkan, 714 suku yang kita miliki dengan bahasa daerah yang berbeda-beda dan 1.100 lebih bahasa daerah kita. Enggak ada yang seberagam Indonesia, enggak ada. Ini yang patut kita syukuri bahwa meskipun kita beraneka ragam tetapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden.

Acara puncak perayaan tersebut diakhiri dengan doa bersama para tokoh lintas agama dan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Tampak hadir sejumlah jajaran Kabinet Indonesia Maju, di antaranyaMenko PMK Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud Md., Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. (Ant)

Baca Juga: Polisi Lompat dari Jalan Layang Medan Diduga Mau Bunuh Diri

Baca Juga: Hasil Autopsi Mahasiswa ITB yang Tewas Saat Penelitian di Kotabaru

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Kiat Pemkot Banjarmasin untuk Ramah Kaum Difabel
apahabar.com

Nasional

Kota di Jilin China Diisolasi, KBRI Minta WNI Tetap Tenang
apahabar.com

Nasional

Siswa di Bali Ngambek Menghilang Gegara Tak Punya HP buat Belajar Daring, Bripka Anton Lakukan Hal Mulia Ini

Nasional

KPK Tegaskan Punya Bukti Kuat Bupati Banjarnegara Terima Fee Rp 2,1 M
Kanker

Nasional

Awas, Penggunaan Berulang Minyak Jelantah Dapat Memicu Kanker
apahabar.com

Nasional

Diduga Stres, Kejiwaan Istri Pemukul Suami Penderita Stroke Diperiksa

Nasional

Indonesia Masih Tunggu Aturan Resmi Umroh dari Arab Saudi

Nasional

Tega! Begini Motif Pria Siram Kekasih dengan Air Keras hingga Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com