apahabar.com
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah melakukan kunjungan perdana ke kantor Refinery Unit V Balikpapan dan RDMP RU V Balikpapan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah melakukan kunjungan perdana ke kantor Refinery Unit V Balikpapan dan RDMP RU V Balikpapan.

Kunjungan dan inspeksi itu dalam rangka bulan Kesehatan dan Keselamatan kerja atau K3 yang diperingati pada pekan lalu.

Kunjungan tersebut disambut langsung Direktur SDM PT Pertamina (Persero), Koeshartanto beserta jajaran manajemen Pertamina lainnya.

Tampak serta Anggota Komisi IX DPR RI, Anggia Emarini, Direktur Penerapan Norma K3, Gasmahadi, Brigjen Polisi Iswandi Hari, selaku Plt Dirjen Pembinaan Ketenagakerjaan dan K3; serta staf gubernur Kaltim dan wakil walikota Balikpapan, Rahmad Masud.

Kunjungan dimulai dengan paparan overview mengenai Refinery Unit V dan RDMP serta implementasi budaya K3 yang ada di lingkungan perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan menyatakan apresiasinya kepada Pertamina atas implementasi K3 yang sudah sangat baik.

“Kami sengaja mengunjungi Pertamina karena Pertamina tergolong perusahaan yang memiliki risiko tinggi, sehingga penting bagi kami untuk mengetahui implementasi K3 di lingkungan Pertamina,” ujarnya dilansir apahabar.com dari laman resmi Pertamina, Sabtu (18/1).

Refinery Unit V disebut beberapa kali telah mendapat penghargaan baik tingkat daerah maupun nasional yang berhubungan dengan K3, sebagai contoh perusahaan yang memiliki kecelakaan nihil dan Program P-2 HIV AIDS dan beberapa penghargaan lainnya.

Hal ini dinilai sangat positif oleh Menteri karena sebagai perusahaan yang memiliki visi menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia, sudah sewajarnya bahwa K3 sudah diimplementasikan sebagai sebuah budaya bukan hanya sekadar regulasi.

“Saya harap Pertamina di Balikpapan dapat mendorong dan memotivasi perusahaan lainnya untuk dapat meimplementasikan K3 dengan baik. Selain itu, salah satu poin penting yang menjadi fokus sekarang adalah pengembangan Sumber Daya Manusia yang memperhatikan aspek K3, karena hal tersebut akan berpengaruh besar pada perkembangan dan kesejahteraan perusahaan.” Jelas Ida dalam arahannya.

Setelah pemberian arahan dan diskusi di ruang premium, kantor RU V Balikpapan, Menteri dan rombongan melakukan kunjungan ke On Site Clinic Medical RU V bersama rombongan untuk mengetahui sistem on site clinic yang ada di Pertamina sekaligus juga menyapa para pekerja yang sedang melakukan pemeriksaan.

Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Koeshartanto mengucapkan terima kasih kepada Menteri Ketenagakerjaan atas kehadirannya di unit operasi pengolahan RU V dan RDMP.

RDMP sendiri adalah project besar yang dimiliki Pertamina dan akan menyerap banyak tenaga kerja.

“Hal ini akan kami berikan kesempatan sebesar-besarnya jika ingin bergabung dengan Pertamina. Pertamina saat ini terus membutuhkan SDM Unggul untuk bersama-sama membangun perusahaan energi ini,” ujar Koeshartanto. (*)

Baca Juga: Pengusaha Mengeluh Rumitnya Regulasi Industri Tembakau

Baca Juga: Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah

Baca Juga: Perputaran Uang di Batola Masih Timpang

Baca Juga: Tekan Inflasi, Balikpapan Andalkan Program Urban Farming

Editor: Fariz Fadhillah