apahabar.com
warga nahdliyyin Kabupaten Banjar menghadiri Lailatul Ijtima’di Gedung NU Lantai II, Martapura, pada Sabtu (18/1) malam. Foto- PCNU Banjar for apahabar.com

apahabar.com, MARTAPURA – Memanfaatkan ruang di depan gedung NU yang strategis, PCNU Kabupaten Banjar merencanakan akan memasang media reklame digital berupa videotron. Hal ini terungkap pada pertemuan bulanan warga NU atau Lailatul Ijtima’ yang digelar pada Sabtu (18/01) malam.

“Pemasangan media reklame ini adalah salah satu wujud usaha membangun ekonomi organisasi NU,” kata Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Nuryadi.

Terletak di sudut perempatan yang ada lampu merahnya dengan posisi menghadap pasar, halaman gedung PCNU Kabupaten Banjar menjadi alasan kuat untuk media reklame modern ini.

“Lokasi kita lebih strategis dan akan mendapatkan viewer jauh lebih banyak dari videotron yang hanya di pasang di tepi jalan dengan mengandalkan arus lalu lintas,” kata Gusti Marhusin, Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Banjar.

Gusti Marhusin optimis media reklame ini akan menarik banyak pengiklan dan menjadi salah satu sumber pendapatan organisasi. Dengan harga pasaran Rp10.000 per tayang, pengiklan bisa memilih tayang iklan sesuai budget. Bisa lebih terjangkau ketimbang iklan baliho di media konvensional.

“Videotron merupakan media iklan yang berkelas untuk mendongkrak popularitas produk. Jadi beriklan di media tersebut selain berfungsi untuk menaikkan ‘brand name’ perusahaan, juga membantu penjualan produk lebih laris manis,” kata Lurah Sekumpul ini.

“Kelak, seiring waktu, media reklame statis akan tergantikan oleh media dinamis yang gambarnya bisa bergerak dan menarik perhatian viewer,” lanjutnya.

Diketahui, di wilayah Kabupaten Banjar masih belum ada media iklan dinamis dan modern seperti ini. Sementara di wilayah kota Banjarbaru sudah ada beberapa yang terpasang.

“Insya Allah, kami yang pertama di wilayah Kabupaten Banjar,” tegas mantan aktivis PMII ini.

Kegiatan tersebut ditutup tahlil yang dipimpin Mustasyar PCNU Kabupaten Banjar, Habib Abdurrahman Assegaf.

Baca Juga: MUI Waspadai Adanya Aliran-Aliran Keagamaan Berbahaya

Baca Juga: Imam Masjid di Uganda Nikahi Laki-laki, Kok Bisa?

Editor: Muhammad Bulkini