3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Pesawat Ukraina Jatuh Terkena Rudal, Presiden Iran: Kami Tak Sengaja

- Apahabar.com Minggu, 12 Januari 2020 - 13:45 WIB

Pesawat Ukraina Jatuh Terkena Rudal, Presiden Iran: Kami Tak Sengaja

Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto-AP Photo/Lai Seng Sin

apahabar.com, TEHERAN – Perkembangan penelitian atas sebab jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines di Iran belum lama ini  melangkah ke babak baru, Presiden Iran Hassan Rouhani meminta maaf, karena tidak sengaja menembakkan rudal ke pesawat tersebut.

Rouhani mengungkapkan, permintaan maafnya kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy melalui pembicaraan telepon. Teheran menyatakan, semua orang yang terlibat dalam penembakkan rudal terhadap Ukraine International Airlines akan dimintai pertanggungjawaban.

“Presiden Republik Islam Iran sepenuhnya mengakui bahwa tragedi itu disebabkan oleh tindakan keliru militer negara ini,” ujar pernyataan Kantor Kepresidenan Ukraina, dilansir Republika dari Anadolu Agency, Minggu (12/1).

Kementerian Luar Negeri Ukraina akan segera mengirimkan catatan ke Iran mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan selanjutnya, termasuk aspek hukum dari masalah kompensasi. Pihak Iran sepakat dengan catatan Ukraina tersebut.

“Sangat penting bagi kami agar para jenazah dikembalikan ke Ukraina pada pekan depan, tanggal 19 Januari, sehingga kerabat mereka dapat memberikan perpisahan terakhir,” ujar Zelenskiy.

Militer Iran mengaku telah menembak jatuh pesawat Ukraine International Airline, Sabtu (11/1). Pengumuman yang dibacakan dalam saluran TV pemerintah ini menyatakan, peristiwa itu terjadi karena ketidaksengajaan yang dilakukan oleh kesalahan manusia atau human error.

Atas penemuan itu, pihak-pihak yang bertanggung jawab akan dirujuk ke Departemen Kehakiman di dalam militer. Mereka yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban.

Pesawat Boeing 737 ini jatuh di Teheran ketika akan melakukan perjalanan ke Kiev, Rabu (8/1). Dalam penyelidikan awal, pesawat disebut mengalami masalah teknis setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini.

Baca Juga: Jenderal AS Sebut Roket Iran Bertujuan Bunuh Personel AS

Baca Juga: Ulama Sadr: Krisis Irak Sudah Berakhir

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menko PMK Sebut Semangat Omnibus Law Menciptakan Lapangan Kerja
apahabar.com

Nasional

Gilang Bungkus Tidak Dijerat Pasal Pencabulan
Pengakuan Gembong Narkotika Banjarmasin: Tak Jadi Perawat demi Untung Berlipat

Nasional

Pengakuan Gembong Narkotika Banjarmasin: Tak Jadi Perawat demi Untung Berlipat

Nasional

Agar Pemilu Adem, Apkasi Gelar Selawatan di Berbagai Daerah
apahabar.com

Nasional

Ini Kata Pengamat Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalsel
apahabar.com

Nasional

Tempuh 2000 Kilometer Perjalanan, Tim Touring Kemerdekaan Tiba di Malaysia

Nasional

Gus Nur Ditangkap, Begini Harapan Keluarga
apahabar.com

Nasional

Pura-pura Diculik, Mahasiswi Ini Bermaksud ‘Peras’ Ortunya  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com