apahabar.com
Puan Maharani saat mengunjungi stand DPC PDI Perjuangan Tapin yang membawa produk unggulan cabe Hiyung Tapin. Foto- Foto Yuspianor for apahabar.com

apahabar.com, RANTAU – Rasa pedas cabe rawit Hiyung dari Kabupaten Tapin terbilang istimewa di lidah Ketua DPR RI, Puan Maharani,

Apalagi Puan sudah dua kali mencicipi cita rasa cabe terpedas se-Indonesia itu. Karena itu lah ia meminta DPC PDI Perjuangan Tapin mengirim bibit cabai rawit Hiyung untuk ditanam di pekarangan rumahnya.

Awalnya putri Megawati Soekarnoputri ini berkunjung ke stand milik DPC PDI Perjuangan Tapin dalam pameran HUT ke-47 dan Rakernas I PDI Perjuangan pada 10-12 Januari 2020 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat.

“Memang pedas, abonnya juga enak ujar ibu Puan Maharani,” ungkap Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tapin, Yuspianor kepada apahabar.com, Minggu, (12/1).

Setelah kunjungan itu Puan Maharani meminta Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Mardani H Maming nanti membawakan bibit cabe Hiyung Tapin.

“Ibu Puan dan Ibu Megawati sudah dapat buah cabai dan abon cabai Hiyung 2 tahun lalu saat Rakornas Tiga Pilar Januari 2018, jadi mereka merasakan pedasnya cabe Hiyung. Dan Ibu Puan minta kami melalui ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel nanti akan mengirim bibit untuk ditanam di pekarangan rumah beliau,” terang Yuspianor.

Adapun harapan dari DPC PDI Perjuangan Tapin, untuk masa depan cabe Hiyung Tapin ini agar nanti didaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Kementerian Hukum dan HAM RI. “Setelahnya nanti kami harap produk dan pemasarannya bisa dikembangkan lagi,” jelas Yuspianor.

Diterangkan Yuspianor, saat ini olahan produk cabe Hiyung cuma ada Abon Cabai yang mampu bertahan selama 6 bulan dan sambal basah bisa bertahan selama 40 hari.

Yuspianor yang mewakili DPC PDI Perjuangan Tapin berharap masa depan yang cerah untuk petani cabe Hiyung Tapin.

“Kita berharap produk cabe Hiyung mampu masuk pusat perbelanjaan, dan kami harapkan juga misalnya rumah makan, restoran seperti KFC dan lainnya akan bekerjasama dan memakai produk dari cabai Hiyung,” harapnya.

DPC PDI Perjuangan Tapin meminta jaringan DPC PDI Perjuangan se-Indonesia sebagai agen pemasaran produk cabai Hiyung di daerah masing-masing.

Sementara, terang Yuspianor pemasaran cabe Hiyung saat ini masih monoton. Untuk pemasaran lebih banyak menjual buahnya saja dan untuk produk cabe Hiyung saat ini seperti abon dan sambal hanya dipasarkan di warung-warung dan beberapa toko di wilayah Tapin.

Selain cabe Rawit Hiyung, dalam pameran tersebut DPD PDI Perjuangan Kalsel juga menampilkan Produk Rempah UMKM Mama Fera, Kopi Universe, Kelompok Tani Banjar, Makanan Keindonesiaan PT Banjar Rukun Badingsanak, Tenun Sasirangan, dan Pentol Ikan dari Tanah Bumbu.

Sekilas Tentang Cabe Hiyung

Dari hitungan internasional dengan standar kadar capsaicin, cabai Hiyung mempunyai tingkat kepedasan sekitar 94.500 ppm (parts per million) atau 17 kali lebih pedas daripada cabai rawit biasa.

Selain dari kadar pedasnya, cabe Hiyung juga memiliki nilai nutrisi yang tinggi karena kandungan vitamin A, B, C dan proteinnya juga unggul dari jenis cabe lain.

Karena sederet keistimewaan itu cabe Hiyung sebagai varietas lokal khas Tapin telah mendapat sertifikat resmi dari pemerintah pusat sebagai varietas nasional.

Menurut Litbang Pertanian, plasma nutfah ini telah terdaftar pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementarian Pertanian RI No.09/PLV/2012 tertanggal 12 April 2012 sebagai varietas lokal dengan nama Cabe Rawit Hiyung.

Baca Juga: Cabai Rawit Hiyung Tapin Bakal Dipamerkan di Rakernas PDIP

Baca Juga: Perayaan Natal, Wim Mandau: Wujudkan Tanbu Damai dan Penuh Cinta Kasih

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Syarif