Cara Ibnu Sina Respons Penolakan Asrama BKD Jadi Pusat Karantina ODP Miliaran Rupiah Menguap, Imbas Pembebasan Pajak Hotel di Banjar Update Corona di Kalsel: 3 Pasien Dipulangkan, 12 PDP Dalam Perawatan Asrama di Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina, Warga Ungkap Biang Penolakan Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina




Home Kalsel

Selasa, 14 Januari 2020 - 18:56 WIB

Puluhan Petani di Tanbu Dilatih Budidaya Padi Organik

Aam - Apahabar.com

Kelompok Tani Guyup Rukun di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Foto- Istimewa.

Kelompok Tani Guyup Rukun di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Foto- Istimewa.

apahabar.com, BATULICIN – Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Guyup Rukun di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mendapatkan pelatihan budidaya padi secara organik dan terintegrasi.

Pelatihan ini merupakan kerja sama Pemkab Tanbu dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai hari ini hingga 16 Januari 2020.

Melalui kegiatan ini, Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Prov Kalsel, Aryo Wibowo menargetkan produksi padi petani mencapai 8 ton per hektar.

“Biasanya produksi petani hanya 4 sampai 5 ton per hektar, namun dengan adanya pelatihan ini kita harapkan produksi pertanian bisa meningkat,” katanya.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi cara penanaman padi menggunakan jajar legowo, pemahaman konsep pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi, pembuatan superbokashi dari kotoran sapi dengan menggunakan MA11, pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian sebagai pengganti pupuk N, P, K.

Baca juga :  Kepala UPT Pemasyarakatan Kalsel Belajar ke Lapas Cibinong dan Salemba

Kemudian diajarkan pula cara pembuatan pestisida organik, pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian, pembuatan pupuk biofarm, pencegahan dan pengendalian hama, praktek pengolahan lahan, dan praktek penanaman padi jajar legowo.

Penanaman Jajar Legowo (Jarwo) yang dimaksud adalah pertanian dengan mengatur jarak tanam. Manfaat Jarwo yaitu memudahkan perawatan, menekan serangan hama penyakit, hemat biaya pemupukan, serta meningkatkan produksi dan produktivitas padi.

Bupati Tanah Bumbu, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suhartoyo, saat membuka pelatihan, menyambut baik dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi secara organik bagi peserta klaster padi unggul terintegrasi di Tanah Bumbu.

Baca juga :  Respon Cuncung H Maming Soal Pro dan Kontra Sistem Zonasi PPDB

“Setelah pelatihan ini, kami pemerintah daerah berharap para petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Sumber Baru, Dewi Purnani, mengaku senang dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi organik dan terintegrasi bagi kelompok tani di desanya.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, dengan hasil padi yang meningkat dan biaya perawatan padi yang murah,” tukasnya.

Baca Juga: Limbah Oli Cemari Sungai Martapura Dinilai Sengaja Dibuang

Baca Juga: Polisi Soal Penangkapan Preman Kebal di Pelaihari: Murni karena Sajam

Reporter: Syahriadi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

Menpan RB di HPN 2020 Kalsel: Humas Pemerintah Harus Siap 24 Jam

Kalsel

Menpan-RB di HPN 2020 Kalsel: Humas Pemerintah Harus Siap 24 Jam

Kalsel

Anak Sakit, Warga Bingung Cari Dokter Spesialis di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Bripka Abdul Aziz Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Korban Laka Lantas
apahabar.com

Kalsel

Pakai Scan QR, Histori Tanaman Pulau Curiak Teridentifikasi
apahabar.com

Kalsel

H-4 Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, Jumlah 893 Relawan Kebersihan Diyakini Terus Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Percepatan Pembangunan di 12 Desa, Bupati Ansharudin Ingatkan Tertib Administrasi
apahabar.com

Kalsel

Empat Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Sakit, Berikut Daftarnya
apahabar.com

Kalsel

Fakta Baru Malam Minggu Berdarah di RK Ilir Banjarmasin Selatan; Tawa Berujung Petaka