apahabar.com
Kelompok Tani Guyup Rukun di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Foto- Istimewa.

apahabar.com, BATULICIN – Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Guyup Rukun di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mendapatkan pelatihan budidaya padi secara organik dan terintegrasi.

Pelatihan ini merupakan kerja sama Pemkab Tanbu dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai hari ini hingga 16 Januari 2020.

Melalui kegiatan ini, Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Prov Kalsel, Aryo Wibowo menargetkan produksi padi petani mencapai 8 ton per hektar.

“Biasanya produksi petani hanya 4 sampai 5 ton per hektar, namun dengan adanya pelatihan ini kita harapkan produksi pertanian bisa meningkat,” katanya.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi cara penanaman padi menggunakan jajar legowo, pemahaman konsep pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi, pembuatan superbokashi dari kotoran sapi dengan menggunakan MA11, pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian sebagai pengganti pupuk N, P, K.

Kemudian diajarkan pula cara pembuatan pestisida organik, pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian, pembuatan pupuk biofarm, pencegahan dan pengendalian hama, praktek pengolahan lahan, dan praktek penanaman padi jajar legowo.

Penanaman Jajar Legowo (Jarwo) yang dimaksud adalah pertanian dengan mengatur jarak tanam. Manfaat Jarwo yaitu memudahkan perawatan, menekan serangan hama penyakit, hemat biaya pemupukan, serta meningkatkan produksi dan produktivitas padi.

Bupati Tanah Bumbu, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suhartoyo, saat membuka pelatihan, menyambut baik dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi secara organik bagi peserta klaster padi unggul terintegrasi di Tanah Bumbu.

“Setelah pelatihan ini, kami pemerintah daerah berharap para petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Sumber Baru, Dewi Purnani, mengaku senang dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi organik dan terintegrasi bagi kelompok tani di desanya.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, dengan hasil padi yang meningkat dan biaya perawatan padi yang murah,” tukasnya.

Baca Juga: Limbah Oli Cemari Sungai Martapura Dinilai Sengaja Dibuang

Baca Juga: Polisi Soal Penangkapan Preman Kebal di Pelaihari: Murni karena Sajam

Reporter: Syahriadi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin