Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Rahasia Rasulullah SAW Gemar Puasa Hari Senin

- Apahabar.com Selasa, 7 Januari 2020 - 05:30 WIB

Rahasia Rasulullah SAW Gemar Puasa Hari Senin

Rasulullah SAW ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Senin, hari yang bersejarah dalam Islam. Sebab di hari itu, nabi akhir zaman yang menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya lahir ke muka bumi.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah atau bertepatan dengan awal tahun 571 Masehi di kota Makkah, Arab Saudi.

Dari Abu Qatadah al-Anshari RA, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim).

Hari Senin, sebagaimana hadis tersebut, adalah hari diturunkannya Alquran. Alquran merupakan kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril.

Wahyu-wahyu Allah itu kemudian sampai kepada umat manusia secara mutawatir (sebuah metode periwayatan yang sangat bisa dipercaya). Alquran ini berisi petunjuk bagi manusia untuk menggapai kehidupan yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat.

Seperti dikutip dari buku berjudul “Dahsyatnya Puasa Wajib dan Sunnah Rekomendasi Rasulullah” karangan Amirullah Syarbini & Sumantri Jamhari, disebutkan bahwa Alquran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui tiga tahap. Tahapan itu yakni dari Allah ke Lauh Mahfudz, dari Lauh Mahfudz ke langit dunia, kemudian kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebagian besar ulama bersepakat, bahwa Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan pada Senin. Hari Senin juga merupakan hari penetapan kerasulan Muhammad.

Dengan diturunkannya Alquran kepada Muhammad SAW, dengan demikian menjadi simbol diangkatnya beliau menjadi Rasul. Atas dasar inilah, Rasulullah sangat menghormati hari Senin dengan membiasakan diri berpuasa pada hari itu.

Selain itu, Nabi Muhammad juga wafat pada Senin. Peristiwa ini menjadi duka bagi seluruh umat Islam dan alam semesta yang terjadi pada Rabiul Awal.

Nabi SAW wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 H. Beliau dimakamkan di bawah tempat tidurnya, tempat beliau meninggal dunia, di rumahnya di Madinah.

Adapula peristiwa bersejarah lainnya yang terjadi pada Senin. Berdasarkan kajian terbaru seorang sejarawan Mesir, Mahmud Pasha al-Falaki, dikatakan bahwa Rasulullah tiba di Quba pada Senin 8 Rabiul Awal tahun ke-13 kenabian, atau bertepatan dengan 20 September 622 M dalam penanggalan Masehi.

Rasulullah beserta para sahabat melakukan perjalanan hijrah ke Madinah pada bulan Rabiul Awal. Beliau sampai di Madinah pada 12 Rabiul Awal.

Dalam Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyurrahman Mubarakfuri disebutkan, Nabi mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur pada malam Senin 1 Rabi’ul Awal tahun 1 Hijriyah. Nabi saw kemudian sampai di Quba pada Senin, 8 Rabiul Awal, dan berdiam di sana selama empat hari. Kemudian, Nabi  memasuki Madinah pada 12 Rabiul Awal.

Baca Juga: Detik-Detik Penaklukkan Konstantinopel di Tangan Umat Islam

Baca Juga: Kesultanan Samudra Pasai Sebarkan Islam Lebih Dulu dari Turki Utsmani

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Kisah Cucu Rasulullah yang Marah karena Dipuji
apahabar.com

Sirah

Kenali 11 Hal yang Membatalkan Puasa
apahabar.com

Religi

Ikatan Sayidina Umar bin Khattab dengan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Sirah

Sebab Abu Thalhah Disegani Rasulullah
apahabar.com

Sirah

Muallim Syukur, Bakul Kosong, dan Prilaku ‘Ganjil’ Para Pedagang
apahabar.com

Sirah

Tanggung Jawab Menjaga Lingkungan Hidup dalam Islam
apahabar.com

Sirah

Masjid Ini Dikeramatkan Warga, Pendirinya Masih Misteri

Sirah

Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com