Sosialisasi dan Penyusunan Rencana Kerja TP KJM HST 2020 di Aula Bakti Husada Dinas Kesehatan Barabai, Kamis (23/01).
Sosialisasi dan Penyusunan Rencana Kerja TP KJM HST 2020 di Aula Bakti Husada Dinas Kesehatan Barabai, Kamis (23/01). Foto- Diskominfo HST for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Menekan prevalensi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) menggelar sosialisasi dan penyusunan rencana kerja.

Sosialisasi dan penyusunan itu dilakukan oleh Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP KJM) HST di Aula Bakti Husada Dinas Kesahatan (Dinkes) Barabai, Kamis (23/01).

Tim itu diharapkan menjadi tonggak awal untuk menyusun langkah kegiatan sekaligus penyusunan agenda kerja untuk penanganan dan penanggulangan kesehatan jiwa masyarakat.

TP KJM juga sudah dibekali Surat Keputusan (SK) Bupati HST Nomor: 440/283/441.3/ Tahun 2019. SK itu memuat pedoman melaksanakan koordinasi dan penanganannya.

Dalam SK itu tertera pedoman mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan jiwa masyarakat dengan pendekatan multi disiplin dan peran serta masyarakat guna meningkatkan kondisi kesehatan jiwa yang optimal.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskedes) 2018, kata Sekretaris Dinkes, Sakdillah, prevalensi rumah tangga dengan anggota rumah tangga (art) mengalami gangguan jiwa skizofrenia/psikosis di HST lebih tinggi dari angka nasional dan provinsi. Yakni mencapai 13,58 persen.

“Nasional 6,7 persen. Untuk Provinsi Kalsel 5,1 persen. Angka itu sedikit dibanding HST,” kata Sakdillah.

Sedangkan pada 2019 ini, lanjut Sakdillah, data ODGJ berdasarkan laporan dari Puskesmas, sebanyak 279 orang. Enam dari ratusan itu merupakan ODGJ yang dilakukan pemasungan.

“Dari jumlah ODGJ itu, yang terendah pada wilayah kerja Puskesmas Tandilang Kecamatan Batang Alai Timur. Yang tertinggi pada wilayah kerja Puskesmas Barabai,” kata Sakdillah.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H Pandiansyah, berharap TP KJM berkoordinasi dengan SOPD dan lintas sektor agar dapat mengurangi kasus gangguan jiwa di HST.

Ditekankan Pandiansyah, kesehatan jiwa mempunyai kedudukan yang penting di dalam pemahaman kesehatan. Kesehatan tanpa melibatkan kejiwaan seseorang yang sehat rohaninya dapar mengganggu usia harapan hidup.

“Kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama oleh karenanya diperlukan kerja sama dan peran lintas sektor untuk dapat meminimalkan angka kekambuhan pada penderita gangguan jiwa,” kata Pandiansyah.

‚ÄúSetiap orang memiliki hak untuk dihargai dan mendapatkan perlakuan yang layak sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manuasia, tak terkecuali ODGJ,”tutup Pandiansyah.

Sosialisasi dan penyusan kerja TP KJM untuk meningkatkan kondisi kesehatan jiwa yang optimal itu juga melibatkan TNI dari Kodim 1002 Barabai, Polres, Ketua MUI, Kemenag HST, BPJS Barabai serta RSUD Damanhuri dan Puskesmas se HST.

Baca Juga: Jaga Keberlangsungan Populasi, Pemkab HST Restocking Benih Ikan

Baca Juga: Bangun Siring Sungai, Banjarmasin Andalkan APBN

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Puja Mandela