apahabar.com
Pelaksanaan pengurasan IPA Pramuka beberapa waktu lalu. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kenyamanan pelanggan PDAM Bandarmasin akan kembali bakal terusik. Sebab akan ada pekerjaan rutin berupa pengurasan reservoir Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ahmad Yani.

Pastinya saat proses pengurasan itu, air bersih yang yang disalurkan PDAM Bandarmasih ke pelanggan untuk sementara waktu disetop.

Tujuan pengurasan ini untuk menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan.

Sebelumnya menguras IPA Pramuka, Selasa (14/1), teknisi PDAM sudah merencanakan menguras di IPA Ahmad Yani. Untuk waktu pelaksanaan kemungkinan di bulan Februari 2020.

Direktur Operasional PDAM Bandarmasih Supian berkata sebelum pekerjaan pengurasan reservoir pihaknya harus melakukan indentifikasi. Tujuannya agar mengetahui apakah endapan seperti kotoran di IPA Ahmad Yani tinggi atau tidak.

“Disini relatif dan masih bisa kita tunda pengurasannya. Jadi bisa iya dan tidak pelaksanaan pengurasan reservoir IPA Ahmad Yani masuk di Februari. Tergantung situasi,” ujarnya.

Selain kapasitas pipa di IPA Ahmad Yani hampir 5000 m3, Supian berkata lokasi pengurasan yang berada di tengah Kota seribu sungai dianggap menjadi sebuah hambatan pelaksanaan.

Bangunan milik PDAM Bandarmasih merupakan peninggalan orang zaman dulu, otomatis tidak mempunyai tempat pembuangan lumpur seperti IPA Pramuka.

Diketahui, IPA Pramuka endapan kotoran seperti lumpur di pipa akan dibuang disekitar kawasan di sana, sedang IPA Ahmad Yani tidak.

Artinya, lanjut dia, PDAM Bandarmasih wajib menyediakan armada mobil tangki sekitar 10-20 unit. Fungsinya untuk mengangkut hasil endapan saat pengurangan reservoir IPA Ahmad Yani menuju IPA Pramuka.

“Harus begitu untuk menanggulangi lokasi pembuangan kotoran itu,” katanya.

Ketika pengurasan IPA Ahmad Yani terlaksana, Yudha menerangkan daerah yang terdampak pemberhentian distribusi air bersih yakni pelayanan Kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara.

“Hanya sebagian wilayah saja, tidak hampir menyeluruh,” pungkasnya.

Selain menjadwalkan pengurangan di IPA Ahmad Yani, perusahaan milik pemerintah daerah itu terlebih dahulu bakal menguras booster di S Parman dan Banua Anyar.

Untuk S Parman 2000 m3 dan Banua Anyar 4000 m3 kemungkinan pelaksanaan 1 sampai 2 minggu kedepan dari sekarang.

Sedangkan demo menanggulangi keluhan pelanggan, lanjut dia PDAM menyiapkan mobil tangki panggilan.

Sekaligus menghimbau kepada pelanggan setia PDAM Bandarmasih supaya mempersiapkan penampungan air guna keperluan pada saat pekerjaan dilakukan atau pasca selesai.

“Masyarakat harus diberikan informasi penting,” tuturnya.

Baca Juga: Belum Bebas dari Perusahaan Tambang, Pemkab HST Sodorkan Kajian Amdal

Baca Juga: Sudian Noor Ingatkan Semua Pihak Siaga Bencana

Baca Juga: Sekda Optimistis Kalsel Sukses Gelar HPN

Baca Juga: Rumah Banjar Angkat Bicara Soal Plt Bakeuda Kalsel

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif