ga('send', 'pageview');
Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual Sederet Alasan Dua Konfederasi Buruh Dukung Sahbirin-Muhidin di Pilkada Kalsel 2020 Wawali Banjarbaru Dilaporkan ke Bawaslu, Simak Hasil Kajian Gakkumdu

Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS

- Apahabar.com Kamis, 16 Januari 2020 - 05:45 WIB

Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS

Ilustrasi rokok. Foto-iStock

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rokok kretek filter merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi besar terhadap garis kemiskinan di Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, di perkotaan rokok berkontribusi 11,17% sedangkan di perdesaan 10,37%.

“Rokok kretek filter jadi kontributor kedua terbesar terhadap garis kemiskinan,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta.

Dia menjelaskan selain rokok, ada juga komponen makanan yang turut berkontribusi ke garis kemiskinan yaitu beras yang memberikan sumbangan sebesar 20,35% di perkotaan dan 25,82% di perdesaan.

Selanjutnya ada telur ayam ras yang berkontribusi 4,44% di perkotaan dan 3,47% di perdesaan. Kemudian daging ayam ras 4,07% di perkotaan dan 2,48% di perdesaan.

Mie instan juga turut menyumbang garis kemiskinan sebesar 2,32% di perkotaan dan 2,16% di perdesaan.

Sedangkan komponen bukan makanan penyumbang garis kemiskinan terbesar baik di perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

BPS menilai peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan bukan makanan terhadap garis kemiskinan, yakni mencapai 73,75%.

Menurut BPS, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

Dengan kata lain, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Garis kemiskinan pada September 2019 sebesar Rp 440.538 per kapita per bulan atau naik 7,27% dibandingkan periode sama tahun 2018.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina

Baca Juga: Mendagri Minta Tambahan Anggaran Blanko e-KTP, Ini Alasannya

Baca Juga: Maskapai Turunkan Tarif Tiket Pesawat?

Baca Juga: Indonesia Masih Impor Ikan dari Cina, Kenapa?

Sumber: Detik.com
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hasil Keputusan Rapat The Fed Ancam Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi Rupiah Melemah Tipis 0,6%
apahabar.com

Ekbis

Tahun Ini, Kelompok Usaha di Kaltara Kecipratan Rp 2,3 M
apahabar.com

Ekbis

Polemik Tiket Pesawat, Intip Harga Terupdate Penerbangan dari Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Dolar Melemah, Pagi Ini di Kisaran Rp 14.550
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”
apahabar.com

Ekbis

Dorong Daya Beli, Bank Mandiri Gratiskan Biaya Isi Saldo GoPay
apahabar.com

Ekbis

Nokia 9 PureView Bakal Punya Fingerprint Bawah Layar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com