Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg! Catat! Lansia di Banjarmasin Bisa Batal Divaksin Covid-19, Berikut Alasannya Babak Baru Gugatan Class Action Banjir Kalsel, Tim Surati Presiden Jokowi

Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini

- Apahabar.com Jumat, 24 Januari 2020 - 13:23 WIB

Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Siang Ini

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hasto diperiksa terkait kasus suap penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

“(Bersaksi) terhadap dugaan apa yang terjadi kepada mantan komisoner KPU, saudara Wahyu (Setiawan),” kata Hasto di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Jum’at (24/1) dilansir apahabar.com dari CNN Indonesia.

Namun, Hasto enggan membeberkan lebih lanjut keterkaitannya dengan perkara yang juga menjerat eks calon legislatif PDIP, Harun Masiku. Katanya, pemeriksaan baru akan dijalani.

“Keterangan pers akan saya sampaikan setelah pemeriksaan tersebut,” katanya singkat.

KPK tengah mendalami sumber uang Rp400 juta yang ditujukan kepada komisioner KPU, Wahyu Setiawan melalui perantara.

Wahyu menerima uang dari Agustiani Tio sebesar Rp200 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Selain Hasto, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy’ari juga akan dimintai keterangannya. Berdasarkan informasi, Evi sudah tiba di kantor komisi antirasuah.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Wahyu– bersama tiga orang lain sebagai tersangka. Ketiga orang itu ialah politikus PDIP, Harun Masiku; eks anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina; dan Saeful (swasta).

Penetapan tersangka itu buah dari operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga antirasuah. Hanya saja, tim penindakan KPK tidak berhasil menangkap Harun.

Harun diduga menyuap Wahyu untuk memuluskan langkahnya menjadi anggota legislatif menggantikan kader lain dari PDIP, Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia. Sementara, dirinya tidak memenuhi syarat untuk itu sebagaimana ketentuan yang berlaku. (Ant)

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Virus Corona Bertambah Lagi

Baca Juga: Kelelawar atau Ular, Biang Kerok Corona China

Baca Juga: Gara-Gara Corona, China Rogoh Kocek Hampir Rp 2 Triliun

Baca Juga: Kembali, Prabowo Ingin Hankamrata Dihidupkan Lagi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WHO Sebut 81 Negara Belum Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Nasional

OTT KPK di PUPR Terkait Proyek Air Bersih Tanggap Bencana
apahabar.com

Nasional

Viral! Spirit ASIAN Games 2018, Meraih Bintang Via Vallen jadi Lagu Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Salat Iduladha di Bogor Bersama Keluarga
apahabar.com

Nasional

Habib Rizieq “Live Streaming” di Reuni 212
apahabar.com

Nasional

Viral! Polisi Pukul Sopir Ambulans Gegara Bunyi Sirene
apahabar.com

Nasional

Ini Hasil Quick Count Sementara CSIS-Cyrus
apahabar.com

Nasional

PGI Imbau Semua Pihak Hentikan Segala Bentuk Provokasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com