Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS

- Apahabar.com Selasa, 7 Januari 2020 - 09:34 WIB

Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan di pasar spot bergerak menguat Rp13.932 per dolar AS atau sebesar 0.08 persen, Selasa (07/01) pagi.

Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.944 per dolar AS pada penutupan pasar Senin (06/01) sore.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,60 persen, ringgit Malaysia 0,07 persen, dan baht Thailand 0,03 persen diikuti dolar Singapura yang menguat tipis 0,01 persen.

Sementara, pelemahan terjadi pada dolar Hong Kong dan yen Jepang yang sama-sama melemah sebesar 0,05 persen, serta lira Turki yang melemah tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

Di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,05 persen dan dolar Kanada menguat 0,03 persen. Di sisi lain, dolar Australia bergerak melemah 0,13 persen, diikuti euro yang melemah sebesar 0,06 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen belum terjadinya peningkatan konflik lebih lanjut antara AS dan Iran.

“Rupiah mungkin bisa menguat ke arah support hari ini karena tidak adanya eskalasi (konflik) di Timur Tengah,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).

Selain itu, lanjut Ariston, optimisme juga datang dari pihak Gedung Putih yang meralat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku akan menyerang situs budaya Iran apabila Iran membalas serangan AS.

Ariston juga mengatakan bahwa para pelaku pasar telah menganalisis kemungkinan Iran untuk menyerang basis militer AS di Timur Tengah.

“Pelaku pasar menilai kemungkinan Iran tidak akan menyerang, karena dapat mengganggu ekspor minyak mentahnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS pada hari ini.(Cnn)

Baca Juga: Investasi dari Arab Sebesar USD 20 Miliar Bakal Masuk ke Indonesia

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Industri, Kemenperin Buka Keran Impor Gula

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Optimisme Jokowi, Indonesia Harus Bajak Momentum Krisis
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah, Pasar Masih Berharap Ekonomi Bisa Pulih
apahabar.com

Ekbis

Selangkah Lagi RI Masuk Resisi, CORE: Pemerintah Harus Akui
Ilustrasi jaringan 5G

Ekbis

Pemerintah Pertimbangkan Pilih Vendor 5G
apahabar.com

Ekbis

Hadir di Banjarmasin, The Palace National Jeweler Tawarkan Perhiasan Terlengkap
apahabar.com

Ekbis

Harga Gas Turun, Pupuk Indonesia Apresiasi Kementerian ESDM
apahabar.com

Ekbis

Stok Gula Kalsel Menipis, Ribuan Pelaku UMKM Menjerit!
apahabar.com

Ekbis

Pengusaha Mengeluh Rumitnya Regulasi Industri Tembakau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com