Usai Sahur, 9 Rumah di Pelambuan Banjarmasin Hangus Terbakar! POPULER SEPEKAN: Jasad Dipocong Karung di HST hingga Rapid Tes Penumpang Feri Tanjung Serdang Waspada! Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang  Pakai Knalpot Brong, Puluhan Unit Sepeda Motor di Banjarmasin Ditilang Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan

Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS

- Apahabar.com Selasa, 7 Januari 2020 - 09:34 WIB

Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan di pasar spot bergerak menguat Rp13.932 per dolar AS atau sebesar 0.08 persen, Selasa (07/01) pagi.

Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.944 per dolar AS pada penutupan pasar Senin (06/01) sore.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,60 persen, ringgit Malaysia 0,07 persen, dan baht Thailand 0,03 persen diikuti dolar Singapura yang menguat tipis 0,01 persen.

Sementara, pelemahan terjadi pada dolar Hong Kong dan yen Jepang yang sama-sama melemah sebesar 0,05 persen, serta lira Turki yang melemah tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

Di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,05 persen dan dolar Kanada menguat 0,03 persen. Di sisi lain, dolar Australia bergerak melemah 0,13 persen, diikuti euro yang melemah sebesar 0,06 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen belum terjadinya peningkatan konflik lebih lanjut antara AS dan Iran.

“Rupiah mungkin bisa menguat ke arah support hari ini karena tidak adanya eskalasi (konflik) di Timur Tengah,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).

Selain itu, lanjut Ariston, optimisme juga datang dari pihak Gedung Putih yang meralat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku akan menyerang situs budaya Iran apabila Iran membalas serangan AS.

Ariston juga mengatakan bahwa para pelaku pasar telah menganalisis kemungkinan Iran untuk menyerang basis militer AS di Timur Tengah.

“Pelaku pasar menilai kemungkinan Iran tidak akan menyerang, karena dapat mengganggu ekspor minyak mentahnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS pada hari ini.(Cnn)

Baca Juga: Investasi dari Arab Sebesar USD 20 Miliar Bakal Masuk ke Indonesia

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Industri, Kemenperin Buka Keran Impor Gula

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Omnibus Law, Jubir Jokowi Pede Kerek Ekonomi ke 6%
apahabar.com

Ekbis

Aksi Buru Saham Murah, Simak Dampaknya pada IHSG Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Ketua Umum Hipmi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Berjalan Cepat
apahabar.com

Ekbis

Kembangkan Potensi Bisnis, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Danareksa
apahabar.com

Ekbis

Anjlok, Harga Batu Bara Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
apahabar.com

Ekbis

Tertekan Lonjakan Covid-19, Rupiah Awal Juli Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

New Normal Kerek Kurs Rupiah Rabu Pagi
apahabar.com

Ekbis

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com