Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Sentimen Negatif dari China Turut Tekan Harga Batu Bara

- Apahabar.com Selasa, 7 Januari 2020 - 11:17 WIB

Sentimen Negatif dari China Turut Tekan Harga Batu Bara

Ilustrasi tambang Batu bara. Foto-akuratnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga komoditas batu bara berjangka kembali tertekan pada perdagangan kemarin. Selain aktivitas perdagangan belum pulih benar, sentimen negatif lain yang datang dari China juga turut menekan batu bara.

Harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle turun 0,57% ke level US$ 69,3/ton. Harga batu bara masih berada di zona nyaman sejak awal September. Pada periode tersebut harga batu bara bergerak sideways.

Pada akhir tahun, aktivitas perdagangan batu bara global bisa dikatakan sepi. Hal tersebut tercermin dari beberapa indikator. Hal tersebut tercermin dari beberapa indikator seperti Indeks Baltic Capesize yang mengukur aktivitas perdagangan batu bara dan bijih besi menggunakan jalur laut.

Berdasarkan Refinitiv, Indeks Baltic menyentuh level terendah dalam 8 bulan terakhir pada Jumat pekan kemarin. Penurunan terjadi diakibatkan oleh melemahnya permintaan dari berbagai jenis kapal tanker yaitu supramax, panamax dan capesize.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer

Indeks Baltic Capesize pada Jumat menunjukkan penurunan 139 poin atau 8,4% ke evel 1.507. Angka tersebut merupakan angka terendah sejak Mei 2019. Pendapatan rata-rata harian kapal tanker jenis Capesize yang memuat hingga 180.000 ton bijih besi dan batu bara turun US$ 1.151 menjadi US$ 10.825.

Hal tersebut juga tercermin dari pasar kargo komoditas melalui jalur laut di China yang juga juga menurun. China merupakan negara dengan konsumsi batu bara terbesar di dunia. China banyak mengimpor batu bara dari berbagai negara seperti Australia dan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan batu bara domestiknya (pembangkit listrik dan industri baja).

Menurut data Shanghai Shipping Exchange, untuk sub-indeks pengiriman batu bara turun 7,8% pada minggu lalu ke level 1.103,35. Hal tersebut mengindikasikan bahwa di awal tahun aktivitas perdagangan batu bara masih belum pulih benar.

Baca juga :  Bukan Resesi Ekonomi, Ini yang Membuat Pengusaha Takut 

Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh institusi riset yang dukung pemerintah China, Negeri Panda harus membatalkan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batu bara jika ingin mencapai tujuan jangka panjang terutama dalam meminimalkan dampak perubahan iklim.

Saat ini ekonomi Tiongkok sedang berada di level terendahnya dalam tiga puluh tahun Beijing terus menyetujui pembangunan pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara. Hal ini ditakutkan akan semakin membuat China jauh dari Perjanjian Paris 2015.

Dalam laporan ilmiah tersebut, China diharapkan mampu untuk berhenti membangun pembangkit yang baru dan mulai menutup pembangkit tua yang sudah tidak efisien. Hal ini turut menjadi sentimen yang memberatkan harga batu bara.(CNB)

Baca Juga: Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS

Baca Juga: Investasi dari Arab Sebesar USD 20 Miliar Bakal Masuk ke Indonesia

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Naiknya Bursa Asia
apahabar.com

Ekbis

Kelapa Sawit Indonesia Dilirik Peru, Gapki Kalsel: Pasar Potensial
apahabar.com

Ekbis

Januari-Juli, Ekspor Kaltim Capai USD 9,65 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Bakal Punya Pabrik Roda Kereta
apahabar.com

Ekbis

Jatuh terhadap Euro, Dolar Menguat pada Yen
apahabar.com

Ekbis

BI Dorong Geliat Ekonomi Pasca-pandemi Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, BI Kalsel Siapkan Rp 3,5 Triliun Uang Pecahan Baru
apahabar.com

Ekbis

Di Masa Pandemi, BEI: Optimisme Pasar Akan Terus Dijaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com