Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Soal Korupsi PT Asabri, Pangeran Khairul Saleh Cium Permainan Oknum OJK

- Apahabar.com Selasa, 21 Januari 2020 - 12:08 WIB

Soal Korupsi PT Asabri, Pangeran Khairul Saleh Cium Permainan Oknum OJK

 Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) di Jakarta Kamis (16/1).Asabri membantah kabar mengenai adanya korupsi di perseroannya, dan meminta kepada para nasabah tidak usah khawatir dengan dana yang selama ini telah disetorkan serta menjamin bahwa uang yang dikelola di Asabri aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi.Foto- (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS).

apahabar.com, JAKARTA – Dugaan rasuah di tubuh PT Asabri disinyalir sama seperti di PT Jiwasraya.

Pangeran Khairul Saleh, anggota Komisi III DPR RI, meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa jajaran Direksi BUMN yang bergerak dibidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Polri itu.

“Benar, kejaksaan harus segera memeriksa Direksi PT. Asabri. Saya menilai modus dan pelakunya sama,” ujar Pangeran saat dikonfirmasi apahabar.com via whatsapp, Selasa (21/1).

Permintaan demikian juga disampaikan Pangeraan saat rapat kerja (Raker) dengan Kejaksaan Agung RI bersama Komisi III DPR RI di Senayan, Senin (20/1).

apahabar.com

Pangeran Khairul Saleh. Foto-apahabar.com/Bahaudin

Usai bertemu Kejagung RI, pihaknya akan memanggil Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, kata Pangeran, OJK sebagai lembaga pengawas keuangan tidak boleh lepas tangan.

“Kejagung juga harus memeriksa pihak OJK. Sejak didirikan 2011 sebagai pengawas lembaga jasa keuangan termasuk lembaga asuransi, OJK tidak bisa begitu saja lepas tangan,” tegasnya.

Audit BPK terhadap PT. Asabri sejak 2006-2007 itu, lanjut Khairul Saleh, menyatakan disclaimer. “Harusnya OJK sudah memberikan warning. Tapi kan ternyata tidak dilakukan oleh OJK,” tandas Pangeran.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada oknum OJK main mata dengan Direksi PT. Asabri.

Baca Juga: Respon Prabowo Soal Kasus Asabri, Prajurit TNI Diminta Tenang

Baca Juga: Tempo 1 Jam, Beberapa Hektar Lahan di Dua Lokasi Martapura Hangus Terbakar

Reporter: Ahc22
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pidato Perdana Presiden Jokowi di Sidang Umum PBB, Serukan Akses yang Setara Terhadap Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

PWI: Kalsel Penyelamat Hari Pers Nasional 2020
apahabar.com

Nasional

PT Pelni Prediksi Pemudik Lebaran 2019 Naik 3,5%
apahabar.com

Nasional

Tenang, Gempa 5,5 R di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Elektabilitas Naik di Tengah Pandemi Covid-19, Ridwan Kamil Bayangi Ganjar Pranowo
apahabar.com

Nasional

Thailand Juga Siapkan Evakuasi Warganya Keluar dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Benarkan Penangkapan Jaringan Terduga Teroris di Palangkaraya
Din Syamsuddin

Nasional

Din Syamsuddin Nikah Lagi, Persunting Cucu Pendiri Pondok Gontor!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com