Target Sore Ini, Jembatan Mataraman Kalsel Kembali Bisa Dilewati Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin

Stigma Negatif Pertambangan, Dinas ESDM Kalsel Serius Pantau Proses Reklamasi

- Apahabar.com Rabu, 15 Januari 2020 - 18:18 WIB

Stigma Negatif Pertambangan, Dinas ESDM Kalsel Serius Pantau Proses Reklamasi

Kegiatan pertambangan. Foto-Media Indonesia

apahabar.com, BANJARBARU – Tak memungkiri sering mendapat stigma negatif dari masyarakat perihal pertambangan di daerah ini. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel mencanangkan penghijauan kembali pada galian pasca-tambang tahun ini.

“Di dalam RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), kami menekankan bagaimana perusahaan kewajiban utamanya adalah melakukan reklamasi,” ungkap Kabid Minerba ESDM Kalsel, A Gunawan H saat ditemui di Kantor ESDM Kalsel, Rabu (15/1).

Menurut Gunawan, perihal ini tak hanya dapat dilihat dari sisi negatif saja. Pesatnya kemajuan di Indonesia salah satu faktor pendukungnya melalui bisnis pertambangan. Pun dengan berbagai kebutuhan yang digunakan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, tak terlepas dari bahan tambang. Hal ini ujarnya harus menjadi komitmen bersama untuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam yang tersedia.

apahabar.com

Kabid Minerba ESDM Kalsel, A Gunawan H. Foto-apahabar.com/Nurul Mufida

“Kerusakan dan pencemaran memang kita akui ada. Tapi tugas perusahaan dan dinas ESDM untuk meng-eliminir, mengurangi terjadinya kerusakan. Bagaimanapun SDA harus digunakan untuk kesejahteraan,” kata dia.

Sebelum melakukan reklamasi, perusahaan tambang ujarnya memiliki kewajiban untuk membuat dokumen perencanaan. Ini terkait berapa luas lahan yang akan direklamasi per tahun, serta berapa rupiah yang dihasilkan per hektarnya. Selain itu, perusahaan juga wajib menyetorkan jaminan reklamasi (Jaminan Pascatambang).

“Nanti setelah dilakukan reklamasi minimal di umur 3 tahun baru dilakukan penilaian. Ada tiga, yaitu 60 persen penataan lahan, 20 persen penanaman dan 20 persen pemeliharaan,” sebutnya

Jaminan pasca-tambang tadi akan disetor ke pihak bank dan dapat dicairkan setelah dilakukan reklamasi serta penilaian oleh tim inspektur tambang.

“Mudah-mudahan tahun 2020 ini, perusahaan komitmen dengan janjinya,” tutupnya

Baca Juga: Reservoir IPA Ahmad Yani Dikuras, Pelanggan PDAM Bandarmasih Siap-Siap Krisis Air

Baca Juga: Belum Bebas dari Perusahaan Tambang, Pemkab HST Sodorkan Kajian Amdal

Baca Juga: Sudian Noor Ingatkan Semua Pihak Siaga Bencana

Baca Juga: Sekda Optimistis Kalsel Sukses Gelar HPN

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puluhan Relawan KTB Dilatih Pemulasaran Jenazah
apahabar.com

Kalsel

Cegah Penyebaran Covid-19, Keluarga Tutup Sementara Makam Guru Zuhdi Untuk Peziarah
Aktif Berawal, Cara Kanit Tipikor Polres Kotabaru Dekatkan Diri dengan Warga

Kalsel

Aktif Beramal, Cara Kanit Tipikor Polres Kotabaru Dekatkan Diri dengan Warga
apahabar.com

Kalsel

Pemkot Banjarmasin Sosialisasi Penataan Ulang RTRW ke Kecamatan
apahabar.com

Kalsel

Iduladha, Car Free Day Ditiadakan
apahabar.com

Kalsel

Konvoi Sungai BI, Dari Kampanye Nontunai Hingga Mengangkat Pariwisata Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Langsung Potong Jalur, Warga Anjir Muara Tewas Disambar Fuso
apahabar.com

Kalsel

Catatan Akhir Tahun Polres Banjabaru, Kasus Narkotika Jenis Sabu Mendominasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com