Dugaan Penyelundupan, Sederet Hewan Disita di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Polres Tala Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Banjir HST Balangan Tambah Daftar Kawasan Terdampak Banjir di Kalsel Eks Galian Tambang Banjarbaru Siap Disulap Atasi Banjir dan Tempat Wisata Periksa Asjer Bank Kalsel, KPK Dalami Aliran Uang ‘Majid Hantu’

STKIP PGRI Banjarmasin Persembahkan Sendratari Kolosal Bujang Maluala

- Apahabar.com     Senin, 27 Januari 2020 - 08:52 WITA

STKIP PGRI Banjarmasin Persembahkan Sendratari Kolosal Bujang Maluala

Sendratari Kolosal Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala. Foto-instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada yang berbeda dalam pagelaran seni oleh STKIP PGRI Banjarmasin tahun ini. Memadukan budaya Banjar Lamut dengan seni drama tari (Sendratari), yang dikemas dalam karya kolosal bertema Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala.

“Kami punya misi khusus untuk menyebarkan kesenian Lamut ke semua, khususnya generasi muda,” ucap Nadia Amidah selaku ketua produksi dalam Sendratari Kolosal Bujang Maluala saat ditemui apahabar.com, di Kampus STKIP PGRI Banjarmasin belum lama ini.

apahabar.com

Ketua program studi Sendratari, Suwarjiya. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Ini menjadi kali ke empat, STKIP PGRI Banjarmasin menggelar karya kolosal. Ketua program studi Sendratari, Suwarjiya mengatakan anak didiknya berguru langsung pada tokoh Palamutan Banjar, Gusti Jamhar Akbar, untuk menggarap tugas mata kuliah produksi ini.

“Tantangannya sangat tinggi, karena Lamut yang aslinya 3 hari 3 malam disampaikan. Kita ambil inti sarinya dan dikemas menjadi 1 jam,” ungkap Dosen Produksi ini.

Baca Juga: Sendratasik Berkarya 9 Sukses! Ibnu Sina: Layak Disajikan Kembali

Lamut umumnya hanya tradisi berkisah lewat bahasa tutur, namun untuk pertunjukkan kali ini mereka memadukannya dalam bentuk tarian.

“Kami visualkan dalam bentuk tari. Bahasa gerak kami ambil yang menerjemahkan, menginformasikan seperti apa pelamutan itu,” jelasnya

Tokoh Lamut di Kalimantan Selatan terbilang minim, Gusti Jamhar Akbar, mungkin hanya satu dari sekian yang masih mempertahankan tradisi kuno ini. Tantangan lain dari pentas kali ini menurut Suwarjiya adalah Lamut tidak populer dan tidak memiliki sumber tertulis.

“Ini murni narasumbernya lisan dari Kai Jamhar dan Pak Sainul (Dosen ULM) dalam bentuk disertasi belum dibukukan,” sebutnya.

Menutup obrolannya kepada media ini, Suwarjiya menyampaikan pagelaran Sendratari Kolosal Bujang Maluala akan dipentaskan pada Sabtu (1/2/2020) mendatang di Gedung Sultan Suriansyah. Melibatkan 135 penari dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga alumni STKIP PGRI Banjarmasin. Maurak Maandung Lamut Bujang Maluala ini sendiri menceritakan sebuah tragedi yang terjadi di sebuah kerajaan.

apahabar.com

Sendratari Kolosal Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala. Foto-instagram

Baca Juga: Menuju Sendratasik Berkarya IX: Adipati Karna dan Sumpah Setianya

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ririe Fairuz

Hiburan

Sudah Relakan Suami, Ririe Fairuz: Setop Hujat Perselingkuhan Ayus dan Nisa Sabyan
apahabar.com

Hiburan

Nunung Positif Covid-19, Rekan Sule dan Andre Taulany Ini Terpapar Corona Tak Sendirian
apahabar.com

Hiburan

Fakta Menarik di Balik ‘Koboy Kampus’, Gandeng Musisi Beken sebagai Aktor
apahabar.com

Hiburan

SCRD Band Asal Binuang Tapin Rilis Lagu Berjudul Semesta
apahabar.com

Hiburan

Alasan GIGI Rilis Album dalam Format Kaset Pita
apahabar.com

Hiburan

Luna Maya Dikabarkan Dekat dengan Konglomerat Malaysia
apahabar.com

Hiburan

‘Cinta Luar Biasa’ Andmesh untuk Fans Banjarmasin
apahabar.com

Hiburan

Resmi, Taman Nasional Gunung Rinjani Kini Dibuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com