Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Hiburan

Senin, 27 Januari 2020 - 08:52 WIB

STKIP PGRI Banjarmasin Persembahkan Sendratari Kolosal Bujang Maluala

Rizky p - Apahabar.com

Sendratari Kolosal Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala. Foto-instagram

Sendratari Kolosal Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala. Foto-instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada yang berbeda dalam pagelaran seni oleh STKIP PGRI Banjarmasin tahun ini. Memadukan budaya Banjar Lamut dengan seni drama tari (Sendratari), yang dikemas dalam karya kolosal bertema Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala.

“Kami punya misi khusus untuk menyebarkan kesenian Lamut ke semua, khususnya generasi muda,” ucap Nadia Amidah selaku ketua produksi dalam Sendratari Kolosal Bujang Maluala saat ditemui apahabar.com, di Kampus STKIP PGRI Banjarmasin belum lama ini.

apahabar.com

Ketua program studi Sendratari, Suwarjiya. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Ini menjadi kali ke empat, STKIP PGRI Banjarmasin menggelar karya kolosal. Ketua program studi Sendratari, Suwarjiya mengatakan anak didiknya berguru langsung pada tokoh Palamutan Banjar, Gusti Jamhar Akbar, untuk menggarap tugas mata kuliah produksi ini.

Baca juga :  Pasar Murah di Tanah Bumbu Terus Diserbu Warga

“Tantangannya sangat tinggi, karena Lamut yang aslinya 3 hari 3 malam disampaikan. Kita ambil inti sarinya dan dikemas menjadi 1 jam,” ungkap Dosen Produksi ini.

Baca Juga: Sendratasik Berkarya 9 Sukses! Ibnu Sina: Layak Disajikan Kembali

Lamut umumnya hanya tradisi berkisah lewat bahasa tutur, namun untuk pertunjukkan kali ini mereka memadukannya dalam bentuk tarian.

“Kami visualkan dalam bentuk tari. Bahasa gerak kami ambil yang menerjemahkan, menginformasikan seperti apa pelamutan itu,” jelasnya

Tokoh Lamut di Kalimantan Selatan terbilang minim, Gusti Jamhar Akbar, mungkin hanya satu dari sekian yang masih mempertahankan tradisi kuno ini. Tantangan lain dari pentas kali ini menurut Suwarjiya adalah Lamut tidak populer dan tidak memiliki sumber tertulis.

Baca juga :  Ini Tanggapan Ketua HIPMI Kalsel Setelah Nonton Film ‘Koboy Kampus’

“Ini murni narasumbernya lisan dari Kai Jamhar dan Pak Sainul (Dosen ULM) dalam bentuk disertasi belum dibukukan,” sebutnya.

Menutup obrolannya kepada media ini, Suwarjiya menyampaikan pagelaran Sendratari Kolosal Bujang Maluala akan dipentaskan pada Sabtu (1/2/2020) mendatang di Gedung Sultan Suriansyah. Melibatkan 135 penari dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga alumni STKIP PGRI Banjarmasin. Maurak Maandung Lamut Bujang Maluala ini sendiri menceritakan sebuah tragedi yang terjadi di sebuah kerajaan.

apahabar.com

Sendratari Kolosal Maurak Waandung Lamut: Bujang Maluala. Foto-instagram

Baca Juga: Menuju Sendratasik Berkarya IX: Adipati Karna dan Sumpah Setianya

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Polisi Tangkap Artis Steve Emmanuel Selundupkan Narkoba
apahabar.com

Hiburan

Syuting Koboy Kampus, Intip Pengalaman Kocak Ricky Harun dan Bisma
apahabar.com

Hiburan

‘Kilometer Terakhir’, Langkah Awal Majunya Film Banua
apahabar.com

Hiburan

17 Finalis Telkomsel Dunia Games Tanding di Palangkaraya
apahabar.com

Hiburan

Artis Eka Deli Diperiksa 11 Jam Terkait Investasi MeMiles
apahabar.com

Hiburan

Narkotika Jenis Ini yang Didapat Polisi dari Penangkapan Steve Emmanuel
apahabar.com

Hiburan

Perdana di Kalsel, SUCI 9 Digelar di Cafe Rumah The PanasDalam
apahabar.com

Hiburan

Persiapan Hijaber Indonesia Siti Saniyah Menuju Babak Final Asia’s Got Talent