Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Stok Pangan Pokok Aman Hingga Maret

- Apahabar.com Kamis, 2 Januari 2020 - 05:30 WIB

Stok Pangan Pokok Aman Hingga Maret

Ilustrasi pangan pokok. Foto-Republika

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan stok pangan dalam negeri aman hingga Maret 2020. Alasannya pasokan pangan pokok sampai dengan saat ini mengalami surplus, sehingga bisa menjadi penyangga kebutuhan domestik.

“Sampai hari ini tidak ada gejolak pasokan dan harga. Secara umum pasokan lancar di seluruh Indonesia,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi.

Pihaknya mengklaim, stabilnya pasokan dan harga tidak terlepas dari pengendalian yang dilakukan dengan berbagai cara. Terutama kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Satgas Pangan, serta Perum Bulog untuk komoditas beras.

Menurutnya, instrumen lain yang membantu stabilisasi harga pangan yakni keberadan Toko Tani Indonesia. Saat ini, TTI berjumlah lebih dari 5.051 unit yang tersebar di 32 provinsi. Ia menjelaskan, menilai TTI sejauh ini cukup efektif membantu meredam dampak fluktuasi harga karena masyarakat memiliki alternatif belanja.

Agung berharap, memasuki tahun 2020, ketersediaan pasokan dan harga pangan dapat terus dijaga agar masyarakat tidak khawatir terhadap gejolak harga. Hal itu sekaligus untuk menjaga daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pangan.

Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono menjelaskan, pangan pokok strategis seperti beras, jagung, bawang daging, telur, gula, dan minyak goreng mengalami surplus.

Sampai dengan akhir November 2019, Momon mengatakan stok beras surplus sebesar 4,7 juta ton. Sementara itu, jagung surplus 1,04 juta ton, gula pasir 967 ribu ton, daging kerbau 44,4 ribu ton, dan minyak goreng 3,9 ribu kiloliter.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, pemantauan ketat ketersediaan harga dan pasokan pangan akan dilakukan minimal tiga bulan ke depan,” ujarnya. Diketahui, tiga bulan pertama setiap tahun merupakan masa-masa rawan gejolak harga pangan karena banyak faktor.

Baca Juga: Dampak Banjir Jakarta, Soetta Siap Layani 21 Rute Pengalihan Bandara Halim

Baca Juga: Penerbangan Juanda-Halim Kena Dampak Banjir Jakarta

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harapan Stimulus AS Dorong Harga Minyak Dunia Naik
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021
apahabar.com

Ekbis

Trump dan Biden Adu Mulut, Harga Emas Menciut
apahabar.com

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Global Dorong Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah di Tengah Isu Penurunan Fed Fund Rate
apahabar.com

Ekbis

Kebakaran Kilang di Balikpapan Dijamin Tak Ganggu Produksi

Ekbis

Jelang Rilis Data Cadangan Devisa, Hari Ini IHSG Diramal Menguat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Melemah 128 Poin ke Level Rp 13.888
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com