Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
Ilustrasi elpiji subsidi. Foto: Inews.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah berencana menghapus subsidi elpiji 3 kilogram pada pertengahan tahun ini.

Pemerintah akan menerapkan skema penyaluran elpiji 3 kg secara tertutup. Jika begitu, elpiji 3 kilogram hanya dapat dibeli sebanyak tiga kali dalam sebulan.

Jika benar subsidi ditarik, maka harga elpiji 3 kg akan mengikuti harga pasar. Sesuai hitung-hitungan, mengacu harga elpiji nonsubsidi bright gas, harga elpiji 3 kg menjadi sekitar Rp36 ribu.

Harga bright gas 5,5 kg yang tak disubsidi sekitar Rp60.000-Rp70.000 per tabung. Artinya harga gas per kg antara Rp11.000-Rp12.000. Dengan kata lain, harga gas 3 kg bakal dijual sekitar Rp33.000-Rp36.000 per tabung.

Baca Juga: Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah

Dari Kalimantan Selatan, wacana itu rupanya sudah terdengar hingga ke telinga pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Migas.

Hiswana Kalsel siap mendukung penyaluran atau distribusi elpiji subsidi secara tertutup sesuai arahan terbaru dari pemerintah.

Apabila gas elpiji bersubsidi 3 kg dicabut, Hiswana Kalsel meminta agar porsi untuk masyarakat miskin harus terus disediakan.

Hingga kini, pemerintah masih melakukan pembahasan dengan stakeholders terkait, antara lain PT Pertamina (Persero), Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perekonomian, Kemenko Maritim dan Investasi, serta Kementerian BUMN.

Setali tiga uang, PT Pertamina masih menunggu arahan pemerintah seputar wacana ini. “Pertamina akan selalu memastikan availability produk dan memastikan lembaga penyalur untuk siap dengan mekanisme distribusi tertutup,” ujar Fajriyah saat dilansir apahabar.com dari Kompas.com, Selasa (21/1).

Pertamina, kata dia, akan selalu memastikan ketersediaan produk dan memastikan lembaga penyalur untuk siap dengan mekanismenya. Termasuk menyalurkan elpiji 3 kg dengan distribusi tertutup.

Namun bicara harga, Fajriyah berkata, Pertamina tak berwenang menentukan harga pasar terkait elpiji 3 kg. “Harga produk subsidi kewenangannya di Pemerintah, bisa ke ESDM. Tugas Pertamina adalah menyediakan,” imbuhnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Migas, Djoko Siswanto bilang bahwa subsidi tidak dihapus, namun rencananya akan diberikan langsung ke masyarakat yang kurang mampu.

“Subsidi tidak dihapus, tapi rencananya diberikan langsung ke masyarakat yang miskin,” ujar Djoko saat dihubungi terpisah pada Jumat (17/1) dilansir apahabar.com dari Kompas.com.

Subsidi elpiji 3 Kg, kata dia, yang akan diberikan secara langsung ke masyarakat miskin ini berupa transfer dana.

Jika skema itu berlaku, Djoko memastikan masyarakat berkecukupan bisa menggunakan elpiji 12 kg dan 5 kg.

Soal harga, Djoko belum bisa memastikan penyesuaian harga elpiji 3 kg menyesuaikan harga pasar pada Juli 2020 nanti. “Rencananya kan bulan Juli,” terang dia.

Baca Juga: Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dihapus, Warga Kalsel Siap-Siap Gunakan Kayu Bakar

Editor: Fariz Fadhillah