Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah

- Apahabar.com Jumat, 17 Januari 2020 - 15:49 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah

Per semester II 2020 ini, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) akan mengubah skema subsidi elpiji untuk elpiji 3 kilogram. Foto antrean elpiji- Antara  

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah berencana menghapus subsidi elpiji 3 Kilogram, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Per semester II 2020 ini, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) akan mengubah skema subsidi elpiji untuk masyarakat kelas bawah itu.

Nantinya, harga si ‘melon’ dibuat menyesuaikan dengan harga pasar selayaknya elpiji 12 kg atau non-subsidi: Rp37 ribu.

Terkait masalah itu, Hiswana Migas Kalsel pun angkat bicara. Selaku mitra PT Pertamina dalam hal pendistribusian, Hiswana Migas harus mendukung dan menjalankan program itu.

“Kami sebagai mitra Pertamina tak ada pilihan lain, selain mendukung kebijakan tersebut,” ucap Ketua Hiswana Migas Kalsel, Syaibani kepada awak media, Jumat (17/1) siang.

Sejauh ini, Hiswana Migas sendiri belum menerima surat tembusan langsung dari pemerintah ihwal wacana penghapusan gas elpiji bersubsidi 3 kg.

Syaibani menduga rencana penghapusan ini berdasarkan hasil evaluasi pemerintah mengenai pendistribusian elpiji bersubsidi 3 kg yang kurang efektif.

“Namun, bagaimana mekanisme nanti di lapangan, sepenuhnya akan diserahkan kepada pemerintah dan Pertamina,” bebernya.

Apabila gas elpiji bersubsidi 3 kg dicabut, ia meminta kepada pemerintah agar porsi untuk masyarakat miskin harus terus disediakan. Karena tak semua orang memiliki kemampuan ekonomi yang sama.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah, tapi kebijakan ini harus benar-benar dimatangkan. Jangan sampai kebijakan ini malah melahirkan masalah baru di lapangan,” tegasnya.

apahabar.com

Ketua Hiswana Migas Kalsel, Syaibani. apahabar.com/Robby

Masyarakat harus siap dengan kebijakan tersebut. Kemudian, pemerintah harus memperhatikan ketersediaan barang untuk gas elpiji 3 kg agar lancar.

“Eskalasi kenaikan sangat luar biasa, dari Rp 17.500 ribu menjadi Rp 34.749 ribu per tabung. Kenaikan sendiri hampir 100 persen,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kebutuhan gas elpiji 3 kg di Kalsel berkisar 250 – 300 ton per hari. Sedangkan untuk non bersubsidi berkisar 100-150 ton per hari.

Baca Juga: Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Banjarmasin Siapkan Jurus Jitu

Baca Juga: Stok Aman, Pertamina Perketat BBM dan LPG Subsidi di Kalimantan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

10 Agustus, Taspen Banjarmasin Mulai Bayar Gaji ke-13 Pensiunan
apahabar.com

Ekbis

Karena Corona, Penjual Masker di Banjarbaru Ketiban Cuan!
apahabar.com

Ekbis

2024, Konsumsi Listrik Ditarget Naik
Covid-19

Ekbis

Dampak Vaksinasi, IHSG Perlahan Pulih dari Efek Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Harga dan Spesifikasi Pocophone F1
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Perkasa, Menguat ke Rp14.715/USD
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Setelah Gagalnya Pemakzulan Trump
Atasi Kelangkaan, Pemerintah Segera Alihkan Gula Industri ke Konsumsi

Ekbis

Atasi Kelangkaan, Pemerintah Segera Alihkan Gula Industri ke Konsumsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com