Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Sukhrowardi Bicara 100 Hari Menjadi Anggota DPRD Banjarmasin: Banyak yang Nyinyir

- Apahabar.com Minggu, 5 Januari 2020 - 21:04 WIB

Sukhrowardi Bicara 100 Hari Menjadi Anggota DPRD Banjarmasin: Banyak yang Nyinyir

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin Sukhrowardi dalam diskusi awal tahun di Cafe Come and Go Banjarmasin, Minggu. apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Banjarmasin Sukhrowardi bicara 100 hari menjadi anggota DPRD Banjarmasin.

Dalam diskusi dengan awak media yang dihadiri para wartawan dan tokoh masyarakat, seperti Anang Rosadi dan Subhan Syarief, Sukro menyampaikan apa saja yang sudah dicapai, kinerja, serta sorotannya terhadap pembangunan kota Banjarmasin.

Selama 100 hari bekerja, anggota Komisi III DPRD Banjarmasin ini mengklaim komisinya telah banyak menyoroti kinerja pemerintahan Wali Kota Ibnu Sina.

Pada tahun ini, Sukro bakal lebih menyoroti kinerja SKPD yang dianggap belum optimal dalam mengondisikan pembangunan.

“Selama seratus hari ini banyak yang sudah kita soroti terhadap pembangunan kota,” ujarnya dalam diskusi di Cafe Come and Go Banjarmasin, Minggu (5/1) itu.

Seperti pembangunan Jembatan Sulawesi yang akan dibangun jembatan kembar, taman edukasi di samping Duta Mall (DM), hingga pembangunan gedung parkir DM.

“Lalu kita mendorong untuk pemasangan tapping box memaksimalkan pajak parkir,” jelas dia.

Di kalangan legislator DPRD Banjarmasin, Sukro dikenal cukup vokal dan punya gaya berbeda dengan kebanyakan wakil rakyat lainnya.

“Saya ini waktu hadir di HUT-nya Wali Kota Ibnu Sina juga dibilang, wah ini provokatif ujarnya kepada saya, tetapi saya santai menanggapinya, karena memang anggota dewan adalah partnership dari eksekutif dalam hal controling,” jelasnya.

Sukro yang berlatar belakang aktivis itu mengaku takkan bisa diam begitu saja melihat sesuatu yang tidak beres dengan Banjarmasin.

Dalam diskusi tadi, ada cukup banyak hal krusial yang dibahas, antara lain soal infrastruktur, perekonomian, dan sosial masyarakat.

Sukhrowardi dengan gaya khasnya menilai masih banyak hal yang belum terselesaikan atau perlu perbaikan di Banjarmasin.

Sebagai seorang anggota dewan, ketua Fraksi Partai Golkar ini siap terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ini terpanggil menjadi anggota dewan untuk membangun kota kelahiran saya, dan saya akan berkomitmen untuk berjuang agar kota ini lebih baik lagi,” ungkapnya.

Diakuinya, memang sangat berat berjuang untuk rakyat saat ini.

“Saya akui banyak yang “nyinyir” dengan apa yang saya lakukan. Namun karena dari awal saya berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat, tetap akan saya perjuangkan,” ucap Sukro.

Mengkritik sebuah kebijakan pemerintah, kata Sukro, sudah seharusnya dilakukan seorang wakil rakyat.

“100 hari saya menjabat sebagai anggota dewan, yang jadi pertanyaan apa yang harus saya lakukan untuk masyarakat. Apa hanya datang, duduk, diam, terima gaji setiap bulan. Wakil Rakyat itu harus bisa jadi agen perubahan karena dia harus sering turun ke masyarakat dan mengerti serta mengetahui aspirasi masyarakat,” terangnya.

Sukro juga mengatakan mulai bulan depan akan memaksimalkan kunjungan kerja (kunker) di seluruh wilayah Banjarmasin dibanding keluar daerah.

“Kunker ke luar daerah itu bukan suatu keharusan. Bahkan yang lebih penting itu mengunjungi masyarakat di Banjarmasin. Kita harus tahu apa aspirasi mereka,” bebernya.

Salah satu aktivis Banjarmasin yang juga bakal calon Wali Kota Banjarmasin, Anang Rosadi Adenansi berharap, apa yang telah dilakukan Sukrowardi tidak surut seiring waktu berjalan.

100 hari diibaratkan Anang Rosadi sebuah masa di mana semangat kerja seorang wakil rakyat tengah menggebu-gebu.

Namun, kata dia, tak sedikit legislator kehilangan jati diri dan arah tujuan karena terkontaminasi dengan kepentingan lain selain kepentingan masyarakat.

“Saya berharap terus bertambah orang seperti Sukhrowardi ini. Jangan terpengaruh dengan anggota yang lain. Memang berat karena banyak yang menentang. Saya 2004-2009 menjadi Anggota DPRD yang sangat vokal, banyak ditentang bahkan dari anggota DPRD sendiri. Harapan kita semua terus berjuang untuk masyarakat,” ujar Anang.

Baca Juga: Ketua DPRD Kotabaru Kecam Ulah Ayah Keji Gauli Anaknya  

Baca Juga: Gedung DPRD Banjar Pun Difungsikan untuk Penginapan Jamaah Haul Guru Sekumpul

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Raih 9 Kursi, Kado Manis DPD PAN Banjarmasin di Milad ke-21 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Marabahan Theatre, Reinkarnasi Bioskop Bakumpai Permai
apahabar.com

Kalsel

Pedagang ‘Latupan’ Mulai Menjamur di Banjarmasin

Kalsel

Video: Pengakuan Lengkap Pembunuh Menantu di Tamban
apahabar.com

Kalsel

Memuaskan, Panen Perdana Jagung Hibrida di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Buntut Ancaman Jemput Paksa Pasien Covid-19 Gegara MCK, Besok Toilet Portable Tiba
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan Harganas, Ada Festival Jukung Tanglong dan Pasar Terapung
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS!!! Alalak Membara, Belasan Rumah Ludes Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com