Pengungsi Sempat Reaktif, BBPPKS Kalimantan Sediakan Ruang Isolasi Pria Paruh Baya di Balikpapan Ditemukan Tewas Tergantung Pascabanjir HST, Tumpukan Sampah di Kota Barabai Capai 2.000 Rit Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter Update Covid-19 di Tanbu: Positif 18 Orang, Sembuh 12

Sungai Barito Masih Asam, Harga Nila Mulai Stabil

- Apahabar.com Rabu, 29 Januari 2020 - 17:09 WIB

Sungai Barito Masih Asam, Harga Nila Mulai Stabil

Kecuali ikan non budidaya, harga ikan di Pasar Ikan Wangkang relatif stabil. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah sempat melonjak, harga ikan nila ukuran sedang di Pasar Marabahan mulai stabil menjelang akhir Januari 2020.

Harga nila ukuran sedang sempat melonjak hingga Rp40 ribu per kilogram di pekan kedua Januari 2020, karena banyak petani ikan di Marabahan dan Bakumpai menjual nila berukuran lebih kecil.

Aksi itu disebabkan kematian jutaan ikan nila dalam 258 keramba jaring apung akibat peningkatan keasaman air Sungai Barito, sejak akhir Desember 2019.

Mayoritas merupakan ikan nila yang berusia 2 hingga 4 bulan, atau kurang dua bulan dari usia panen.

Musibah tersebut berimbas besar, karena kematian ikan mencapai 50 persen dari jumlah ikan atau dengan total kerugian mencapai Rp3,8 miliar.

Lantas daripada merugi lebih banyak, petani menjual ikan yang masih dapat bertahan hidup, kendati tak sesuai ukuran standar pasar.

Lantas dua pekan menjelang akhir Januari 2020, harga ikan nila ukuran sedang beranjak turun menjadi Rp38 ribu per kilogram, seiring bantuan stok dari kawasan lain.

Di sisi lain, harga tersebut terbilang lebih murah dibandingkan harga global Kalimantan Selatan. Data terakhir dari Dinas Perdagangan Kalsel, harga nila mencapai Rp42 ribu per kilogram.

Sementara berdasarkan pantauan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Barito Kuala di Pasar Marabahan, harga bahan pokok lain relatif stabil.

Hanya beberapa item yang mengalami kenaikan. Itupun item yang terkenal fluktuatif seperti ragam ikan asin dan ikan air tawar non budidaya.

Seperti ikan asin gabus yang naik sebanyak Rp20 ribu atau menjadi Rp80 ribu per kilogram. Kemudian ikan asin sepat menjadi Rp50 ribu dan ikan asin telang seharga Rp140 ribu per kilogram.

Kenaikan ikan asin itu segaris dengan banderol ikan yang masih hidup. Harga gabus yang semula Rp60 ribu,  naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Demikian pula harga ikan papuyu yang beranjak menjadi Rp60 ribu.

Baca Juga: Awasi Pilkada 2020, Bawaslu Banjarmasin Libatkan Penyandang Disabilitas

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Dua Pemuda Tapin Bobol ATM Pakai Air

Baca Juga: Horee, Awal Februari Ini Guru Honorer Kalsel Jadi Naik Gaji

Baca Juga: Picu Pembunuhan di Veteran, Polisi Bentuk Tim Anti-Balap Liar

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

ODP di Tanbu 152 orang, Kusan Hilir Tertinggi
apahabar.com

Kalsel

Harga Ayam Broiler Belum Stabil, Ini Upaya Pemprov Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Pungli di Pelabuhan Nelayan Kotabaru, Miliaran Menguap?

Kalsel

Cegah Ledakan Penduduk, DPPKB Balangan Gencarkan Program KB
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 Kalsel Melandai, Tambah 11 Pasien Positif
apahabar.com

Kalsel

Keluarga Desa Kersik Putih Gandeng TNI AL Distribusikan Bantuan ke Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kualitas Perkebunan, Satgas TMMD Kodim 1022 Tanah Bumbu Berikan Penyuluhan
Covid-19

Kalsel

Bukan Staf Positif Covid-19, Ini Alasan Aktivitas Golkar Banjarmasin Setop Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com