apahabar.com
Drainase di Sekumpul. Foto-apahabar.com/Hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar akan memprioritaskan pembenahan drainase perkotaan pada tahun ini. Hal itu berdasarkan arahan Bupati Banjar KH. Khalilurrahman.

“2020 ini kita fokus perkotaan, termasuk drainase kawasan Sekumpul,” ucap Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Banjar, Ade, kepada apahabar.com, belum lama ini.

Karena keterbatasan anggaran, upaya yang dilakukan PUPR Banjar sementara ini hanya bersifat pembersihan. Dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 16 tahun 2018, pengadaan langsung untuk barang/pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya bernilai paling banyak hanya Rp200 juta.

“Kalau banyak anggarannya bisa saja kita bantu kemana-mana. Kita siap melaksanakan tinggal support dari pemda,” katanya.

Beberapa waktu lalu, banjir menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Banjar akibat tingginya intensitas hujan, termasuk di kawasan Sekumpul.

Pantauan apahabar.com pada keesokan harinya, beberapa petugas terlihat sibuk membersihkan endapan lumpur di beberapa titik saluran drainase seputar Sekumpul.

“Minimal tidak menghambat saluran. (Pembenahan) Sekumpul sudah mulai dikerjakan. Semoga bisa selesai sebelum haul,” ungkapnya.

Ade mengakui kondisi sungai di Kabupaten Banjar perlu penanganan lebih lanjut. Normalisasi, ujarnya, bisa saja dilakukan bersama dengan pihak ketiga. Namun, dengan minimnya anggaran, maka upaya yang dilakukan hanya sebatas pembersihan.

“Sekumpul itu harusnya bukan dibersihkan lagi, tapi dibenahi dari nol drainasenya,” ujarnya.

Ada dua hal yang tengah dikerjakan Bidang SDA PUPR Banjar untuk mengatasi permasalahan ini yaitu pembersihan dan pemeliharaan.

Pada tahapan pemeliharaan, dilakukan perbaikan pada spot-spot saluran yang mengalami kerusakan ringan. Sedangkan tahapan permbersihan dilakukan pada saluran yang memiliki endapan lumpur yang tinggi.

“Kalau misalnya hujan cuma 1-2 jam dan tergenang, itu yang patut kita waspadai. Berarti dimensi salurannya sudah tidak layak,” jelasnya

Beberapa dimensi saluran yang ada, dinilainya sudah tidak mampu lagi untuk menampung atau mengalirkan air. Mencontoh infrastruktur di Banjarbaru, sudah seharusnya dilakukan pembenahan ulang drainase di Kabupaten Banjar.

“Harusnya diganti, standarnya dimensi sesuai dengan kondisi. Jadi harus besar, lebar dan dalam. Contoh seperti di Banjarbaru,” paparnya.

Baca Juga: Jelang Haul Sekumpul, Dinas PUPR Kalsel Rampungkan Dua Pelebaran Jembatan

Baca Juga: Haul Datu Kandang Haji, Polisi Terjunkan Tim Gabungan

Baca Juga: Jemaah Banjiri Haul Datu Kandang Haji, Ahli Waris: Bukti Kewalian

Reporter: Musnita Sari
Editor: Puja Mandela