Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Ekbis

Jumat, 17 Januari 2020 - 09:38 WIB

Tekan Inflasi, Balikpapan Andalkan Program Urban Farming

Redaksi - Apahabar.com

Tahun ini, Balikpapan tetap mengandalkan urban farming untuk menekan inflasi. Foto-Tribunnews

Tahun ini, Balikpapan tetap mengandalkan urban farming untuk menekan inflasi. Foto-Tribunnews

apahabar.com, BALIKPAPAN – Tahun ini, Balikpapan tetap mengandalkan urban farming untuk menekan inflasi.

Program bercocok tanam di lahan terbatas tersebut didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Tahun 2019 lalu, kami bagikan hingga 20.000 bibit cabai untuk ditanam masyarakat melalui berbagai komunitas,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan Bimo Epyanto, dilansir apahabar.com dari Antara, Jumat (17/1).

Komunitas tersebut mulai dari petani profesional, pelajar hingga ibu rumah tangga. Bagi pelajar, bibit ditanam di pekarangan atau di pot sekolah mereka.

Programnya disebut Sekolah Peduli Inflasi atau SPI dan melibatkan hingga 30 sekolah menengah pertama, sekolah kejuruan, dan pondok pesantren di Balikpapan dan Penajam Paser Utara. BI menggelar pelatihan dan pendampingan agar menanam cabainya berhasil.

Kemudian BI juga mengajak kaum perempuan bertani cabai lebih intensif lewat Gerakan Wanita Mandiri Terampil dan Berdaya yang disingkat GW Matilda. “Program unggulan kami,” kata Epyanto.

Baca juga :  Aidi Pelihara Koi, Eh Jadi Hoki

Sebanyak 20 kelurahan di Balikpapan menjadi peserta aktif GW Matilda. Dalam waktu 4 bulan, gerakan ini berhasil membentuk 20 kawasan urban farming di Kota Balikpapan.

Apalagi, GW Matilda menanam tak hanya tanaman penyumbang inflasi seperti cabai rawit dan tomat sayur, tapi juga tanaman sayuran lainnya seperti kacang panjang, sawi, kangkung, terong serta berbagai macam jenis buah-buahan dan tanaman lainnya.

“Selama 4 bulan, GW Matilda berhasil panen 137,95 kg cabai rawit, juga 160 kg tomat sayur,” kata Erdi Gumilang, anggota tim BI untuk program tersebut.

Harga cabai memang menjadi satu penyumbang inflasi di kota minyak ini. Namun pasokannya yang sangat tergantung dari daerah lain penghasil seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan membuat harganya mudah bergejolak dan cenderung naik.

Program SPI dan GW Matilda walaupun produksinya masih terbatas, setidaknya berhasil mengurangi sedikit ketergantungan pada pasar.

“Kan lumayan tidak belanja ke pasar lagi. Cukup petik dari pekarangan kalau mau cabai,” kata Riani, warga Graha Indah. Kelurahan di Balikpapan Utara ini meraih penghargaan ketiga anugerah GW Matilda Desember lalu.

Baca juga :  Masih karena Covid-19, IHSG Berpotensi Terkoreksi Sepekan ke Depan

Dengan hasil yang positif itu, urban farming tetap jadi andalan menjaga inflasi tetap terkendali. Tim Pengendali Inflasi Kota Balikpapan yang diketuai Wali Kota Rizal Effendi menetapkannya bersama-sama dengan sejumlah langkah lain dalam rapat Rabu (15/1) lalu.

“Sambil kita pererat kerja sama dengan daerah penghasil untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” kata Wali Kota Rizal Effendi.

Nilai inflasi Balikpapan pada 2019 berada pada 1,17 persen, sebagian besarnya disebabkan kenaikan harga sayur-sayuran. (Ant)

Baca Juga: Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dihapus, Warga Kalsel Siap-Siap Gunakan Kayu Bakar

Baca Juga: Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS

Baca Juga: Lantik Mardani H Maming, Presiden Jokowi Ingin Investor Dilayani dengan Baik

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kontraktor Tambang Batu Bara PT. KPP Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Lion Air Batal Layani Penerbangan Bagi Penumpang, Apa Alasannya?
apahabar.com

Ekbis

Cek Tagihan Listrik PLN Bisa via Online, Berikut Caranya
apahabar.com

Ekbis

Neraca Perdagangan Kaltim Surplus USD 11,48 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Melonjak pada Akhir Perdagangan Kamis
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Harga Pangan, Simak Analisis Bank Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Jual Sesuai HET, Warga Serbu Pangkalan Gas Elpiji Brigadir Boby
apahabar.com

Ekbis

Honda Klaim Merajai Penjualan di Kalselteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com