Tabrakan Horor di Teweh, Pemotor Meninggal di Tempat Banjarmasin Zona Merah, Pasien Corona Mestinya Dirujuk ke RS BREAKING NEWS! Update Covid-19 di Kalsel, 1 PDP Meninggal Dunia Update 3 April: 2 Kecamatan di Banjarmasin Paling Rentan Covid-19 Jumatan Libur, Hanya Satu Masjid yang Ramai di Kotabaru




Home Ekbis

Jumat, 17 Januari 2020 - 09:38 WIB

Tekan Inflasi, Balikpapan Andalkan Program Urban Farming

rifad - Apahabar.com

Tahun ini, Balikpapan tetap mengandalkan urban farming untuk menekan inflasi. Foto-Tribunnews

Tahun ini, Balikpapan tetap mengandalkan urban farming untuk menekan inflasi. Foto-Tribunnews

apahabar.com, BALIKPAPAN – Tahun ini, Balikpapan tetap mengandalkan urban farming untuk menekan inflasi.

Program bercocok tanam di lahan terbatas tersebut didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Tahun 2019 lalu, kami bagikan hingga 20.000 bibit cabai untuk ditanam masyarakat melalui berbagai komunitas,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan Bimo Epyanto, dilansir apahabar.com dari Antara, Jumat (17/1).

Komunitas tersebut mulai dari petani profesional, pelajar hingga ibu rumah tangga. Bagi pelajar, bibit ditanam di pekarangan atau di pot sekolah mereka.

Programnya disebut Sekolah Peduli Inflasi atau SPI dan melibatkan hingga 30 sekolah menengah pertama, sekolah kejuruan, dan pondok pesantren di Balikpapan dan Penajam Paser Utara. BI menggelar pelatihan dan pendampingan agar menanam cabainya berhasil.

Kemudian BI juga mengajak kaum perempuan bertani cabai lebih intensif lewat Gerakan Wanita Mandiri Terampil dan Berdaya yang disingkat GW Matilda. “Program unggulan kami,” kata Epyanto.

Baca juga :  Pertamina Temukan Cadangan Gas di Sulawesi Tengah, Berapa Besarannya?

Sebanyak 20 kelurahan di Balikpapan menjadi peserta aktif GW Matilda. Dalam waktu 4 bulan, gerakan ini berhasil membentuk 20 kawasan urban farming di Kota Balikpapan.

Apalagi, GW Matilda menanam tak hanya tanaman penyumbang inflasi seperti cabai rawit dan tomat sayur, tapi juga tanaman sayuran lainnya seperti kacang panjang, sawi, kangkung, terong serta berbagai macam jenis buah-buahan dan tanaman lainnya.

“Selama 4 bulan, GW Matilda berhasil panen 137,95 kg cabai rawit, juga 160 kg tomat sayur,” kata Erdi Gumilang, anggota tim BI untuk program tersebut.

Harga cabai memang menjadi satu penyumbang inflasi di kota minyak ini. Namun pasokannya yang sangat tergantung dari daerah lain penghasil seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan membuat harganya mudah bergejolak dan cenderung naik.

Program SPI dan GW Matilda walaupun produksinya masih terbatas, setidaknya berhasil mengurangi sedikit ketergantungan pada pasar.

“Kan lumayan tidak belanja ke pasar lagi. Cukup petik dari pekarangan kalau mau cabai,” kata Riani, warga Graha Indah. Kelurahan di Balikpapan Utara ini meraih penghargaan ketiga anugerah GW Matilda Desember lalu.

Baca juga :  Jalur Gemuk, Garuda Buka Rute Penerbangan Banjarmasin-Balikpapan

Dengan hasil yang positif itu, urban farming tetap jadi andalan menjaga inflasi tetap terkendali. Tim Pengendali Inflasi Kota Balikpapan yang diketuai Wali Kota Rizal Effendi menetapkannya bersama-sama dengan sejumlah langkah lain dalam rapat Rabu (15/1) lalu.

“Sambil kita pererat kerja sama dengan daerah penghasil untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” kata Wali Kota Rizal Effendi.

Nilai inflasi Balikpapan pada 2019 berada pada 1,17 persen, sebagian besarnya disebabkan kenaikan harga sayur-sayuran. (Ant)

Baca Juga: Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dihapus, Warga Kalsel Siap-Siap Gunakan Kayu Bakar

Baca Juga: Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS

Baca Juga: Lantik Mardani H Maming, Presiden Jokowi Ingin Investor Dilayani dengan Baik

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Didominasi Bahan Bakar Mineral dari Singapura, Impor Kalsel Naik 66,13 Persen
apahabar.com

Ekbis

Daffam Hotel Banjarbaru Suguhi Musik Gambus di Acara Customer Gathering
Siaga Covid 19, Pertamina Amankan Stok BBM

Ekbis

Siaga Covid 19, Pertamina Amankan Stok BBM
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Tak Hanya Konsumen Jadikan Indonesia Produsen Produk Halal Global
apahabar.com

Ekbis

Tampil ‘Wajah’ Baru, Cafe Rumah The PanasDalam Tempat Instagramable
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Dunia Melonjak Pascaserangan AS ke Iran
apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Nambah Tempat Nongkrong, Cafe Rumah The Panasdalam Resmi Dibuka
apahabar.com

Ekbis

Ramadan, Penghuni Kamar Tree Park Turun 50 Persen