apahabar.com
Petugas PLN sedang melakukan pengecekan MCB pelanggan. Foto-Humas PLN UIW Kalselteng

apahabar.com, BANJARBARU – Cuaca ekstrem yang saat ini tengah melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng).

Pasalnya, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang dapat berdampak terhadap keselamatan dan keamanan kelistrikan.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Syamsu Noor, mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi pihaknya apabila menemukan potensi kejadian yang mengancam keselamatan dan keamanan kelistrikan akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan lingkungan sekitar, apabila menemukan hal-hal seperti kabel jaringan PLN yang hampir menyentuh tanah, Meter Circuit Breaker yang terbuka dan terkena air, dapat langsung menghubungi Contact Center 123,” saran Syamsu.

Selain itu, curah hujan yang tinggi dan angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan menimpa jaringan PLN.

“Apabila menemukan kejadian yang demikian kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Contact Center PLN 123 dan menjauhi lokasi kejadian,” imbaunya.

Ia meminta jangan membersihkan puing-puing ataupun menyentuh tiang PLN hingga petugas datang ke lokasi.

Adapun contact center PLN 123 dapat diakses oleh pelanggan melalui saluran telekomunikasi telepon dengan menekan atau dial ke nomor 123 atau melalui telepon genggam (handphone) dengan menekan kode area disusul 123 (Kode Area Telepon + 123).

“Layanan contact center PLN 123 juga dapat diakses melalui Twitter @pln_123, Facebook PLN 123, Email: [email protected], website www.pln.co.id dan aplikasi PLN Mobile,” ujar Syamsu merinci.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga keselamatan dan keamanan diri dengan menghindari berdekatan atau bersentuhan langsung dengan instalasi listrik ketika hujan atau dalam keadaan basah.

“Karena air dapat menjadi penghantar listrik, maka kami mengimbau untuk menghindari berteduh atau bersandar di dekat instalasi listrok seperti tiang listrik, gardu, panel PJU, dan lain sebagainya,” tutup Syamsu.

Untuk diketahui, pada Senin (13/1) kemarin seorang warga di Mantuil, Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan, menjadi korban dari sengatan listrik saat memasang umbul-umbul. Karena diduga kabel listrik terbuka.

Baca Juga: Batola Pasang Status Siaga Darurat Banjir

Baca Juga: Bersih-Bersih di Kejari HST: Gawai, Kosmetik, hingga Zenith Palsu Jadi Abu

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Syarif