Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Mengupas Problem Banjir Kalsel: Ratusan Eks Lubang Tambang di DAS Barito Terendus! Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” Komisi III DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri Ke-25 Tak Perlu Lakukan Tilang, Calon Kapolri Harap Polantas Hanya Atur Lalin

Termasuk Pajak Rokok, Bakeuda Kalsel Rilis Target PAD 2020

- Apahabar.com Selasa, 28 Januari 2020 - 17:07 WIB

Termasuk Pajak Rokok, Bakeuda Kalsel Rilis Target PAD 2020

Ilustrasi sektor pajak rokok. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Menilik sejumlah potensi 2020, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tahun ini PAD ditarget Rp3,1 triliun atau naik 5,6 persen dibandingkan 2019 yang hanya Rp2,9 triliun.

Kepala Bidang Pendapatan Pajak Bakeuda Kalsel Rustamaji mengatakan, sumber-sumber pendapatan itu berasal dari berbagai sektor pajak. Seperti pajak PKB, BBNKB, PBBKB, PAP dan pajak rokok.

“Indikatornya juga berkat kerja keras kawan-kawan, terlebih garda terdepan kita di UPTD Samsat,” katanya, Selasa (28/1).

Rustam merincikan hampir semua lini mengalami kenaikan dari target tahun lalu. Seperti misalnya PKB naik 10 persen, BBNKB naik 7 persen lebih, PBBKB naik 3 persen lebih, PAP naik 22 persen lebih.

Yang hanya mengalami penurunan target adalah pajak rokok sebesar 6 persen. Dari Rp250 miliar menjadi Rp235 miliar atau turun sekitar Rp15 miliar di tahun 2020.

Selain itu, untuk meralisaaikan target, Bakeuda Kalsel membuat Surat Keputusan yang mewajibkan realisasi tunggakan untuk masing-masing Samsat. Dengan harapan supaya memenuhi target minimal tujuh persen.

Itu bertujuan agar masing-masing Samsat bisa mendata dan menagih pajak yang belum dibayarkan.

Dari laporan, yang paling besar memiliki tunggakan adalah Samsat di Banjarmasin. Semua tunggakan berasal dari PKB dengan total tunggakan hampir ratusan miliar rupiah.

Rustam menyebutkan, terjadinya tunggakan tersebut akibat data yang masih tidak sesuai. Seperti misalnya kendaraan sudah di pindah tangankan, namun di sistem belum tertera. Itu jadi celah sulit untuk melakukan penagihan.

“Dan juga, unit kendaraan yang rusak akibat kecelakaan, tidak di laporkan,” ungkap Rustamaji.

apahabar.com

Kabid Pendapatan dan Pajak Bakeuda Kalsel. Rustamaji. Foto-apahabar.com/Rizal

Baca Juga: Tersandung Kasus Pencabulan, Ketua KPU Banjarmasin Undur Diri

Baca Juga: Ketahuan Curi Rokok, Sales Tisu Nyaris Diamuk Warga Banua Anyar

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Korban KM Pieces: Minum Air Kencing Sendiri hingga Santap Ikan Mentah!
apahabar.com

Kalsel

Setelah Bantu Komputer, Kompol Wahyu Hidayat Kembali Buat Terobosan Baru
apahabar.com

Kalsel

Debat Publik Cagub-Cawagub Kalsel, KPU Siapkan 7 Materi
apahabar.com

Kalsel

Dua Rumah Rusak Parah, Begini Kronologis Tongkang Tabrak Perumahan Warga di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Sampai di Kalsel, Mahasiswa dari Nanjing Sempat Panas Tinggi
apahabar.com

Kalsel

TGPP Lakukan Evaluasi Jika Banjarmasin Terapkan PSBB Kedua
apahabar.com

Kalsel

RSUD Sultan Suriansyah Belum Bisa Layani Pasien JKN-KIS
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah (3); Bekal Restu Hindia-Belanda, Klenteng Sutji Nurani Banjarmasin Kokoh Berdiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com