Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

TNI: Kapal China Tinggalkan ZEE Usai Jokowi Kunjungi Natuna

- Apahabar.com Kamis, 9 Januari 2020 - 14:09 WIB

TNI: Kapal China Tinggalkan ZEE Usai Jokowi Kunjungi Natuna

Presiden Jokowi di atas KRI Usman Harun 359 saat berkunjung ke Natuna Utara terkait kehadiran Kapal Coast Guard China. Foto-Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Agus Suparto

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi menyebutkan, kapal-kapal China yang sebelumnya melakukan illegal fishing di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, sudah keluar dari wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“Memang berdasarkan pengamatan dari TNI AU melalui pengintaian udara, mereka artinya kapal-kapal China yang waktu itu melakukan illegal fishing sudah keluar dari ZEE kita pasca-kunjungan bapak Presiden ke Natuna,” kata Sisriadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (09/01), menanggapi perkembangan di Natuna.

Ia menduga kunjungan Presiden Joko Widodo ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah Indonesia kepada Beijing, China.

“Saya kira itu dibaca dengan cermat oleh Beijing dan kapal-kapal nelayan yang dibackup oleh kapal coast guard mereka dalam hal ini kapal pemerintah, sudah meninggalkan ZEE,” katanya.

Sudah tidak ada lagi, (coast guard) sudah ada lagi di ZEE, kata Sisriadi menegaskan.

Menurut Jenderal bintang dua ini, berdasarkan instruksi Jokowi pengamanan di wilayah Natuna tetap dilakukan. TNI akan tetap melakukan operasi yang bersifat rutin.

“Untuk intensitasnya kami melihat perkembangan situasi taktis di lapangan,” kata mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AD ini.

Setelah situasi keamanan di laut sudah terjaga dengan baik, maka TNI akan kembali fokus pengamanan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

“Nanti kalau memang sudah benar-benar clear, maka fokus akan kembali kita ke secara keseluruhan. Jadi, kemarin itu fokus dan intensitas kita arahkan ke Laut Natuna Utara, karena operasi rutin itu dilakukan di seluruh wilayah perairan Indonesia. Jadi tidak hanya di Laut Natuna Utara,” ucapnya.

Menanggapi penambahan jumlah personel yang dikerahkan di Laut Natuna, kata Sisriadi, operasi yang TNI lakukan melalui operasi laut dan udara, sehingga tidak membicarakan soal jumlah personel melainkan jumlah KRI dan pesawat udara.

“Kita kerahkan terakhir ke wilayah itu ada 8 KRI kemudian patroli udara intensif 1 sampai 2 flight. Satu flight 4 pesawat udara,” katanya.(Ant)

Baca Juga: Sambangi Nelayan, Jokowi: Tidak Ada Tawar-menawar di Natuna!

Baca Juga: Kapal China Terus Memprovokasi, TNI Kerahkan 8 KRI dan Empat F-16 ke Natuna

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Relawan Akan Gelar Parade Budaya
apahabar.com

Nasional

Tiga Mobil Mewah Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Dilelang
apahabar.com

Nasional

Amirul Hajj Takziyah KH Maimoen Zubair di RS An Noer Mekah
apahabar.com

Nasional

BMKG Pantau 27,5% Wilayah Indonesia Alami Curah Hujan di Luar Kewajaran
apahabar.com

Nasional

IDI: Minggu Pertama Oktober 5 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Total Menjadi 132
apahabar.com

Nasional

Sebarkan Video Mesum Bersama Pacar, Wanita Ini Ditangkap  

Nasional

Menteri: Tol Cileunyi-Garut-Tasik-Banjar Memasuki Tahap Penentuan Lokasi
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Geger Api di Gedung Kejagung RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com