Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

TNI: Kapal China Tinggalkan ZEE Usai Jokowi Kunjungi Natuna

- Apahabar.com     Kamis, 9 Januari 2020 - 14:09 WITA

TNI: Kapal China Tinggalkan ZEE Usai Jokowi Kunjungi Natuna

Presiden Jokowi di atas KRI Usman Harun 359 saat berkunjung ke Natuna Utara terkait kehadiran Kapal Coast Guard China. Foto-Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Agus Suparto

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi menyebutkan, kapal-kapal China yang sebelumnya melakukan illegal fishing di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, sudah keluar dari wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“Memang berdasarkan pengamatan dari TNI AU melalui pengintaian udara, mereka artinya kapal-kapal China yang waktu itu melakukan illegal fishing sudah keluar dari ZEE kita pasca-kunjungan bapak Presiden ke Natuna,” kata Sisriadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (09/01), menanggapi perkembangan di Natuna.

Ia menduga kunjungan Presiden Joko Widodo ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah Indonesia kepada Beijing, China.

“Saya kira itu dibaca dengan cermat oleh Beijing dan kapal-kapal nelayan yang dibackup oleh kapal coast guard mereka dalam hal ini kapal pemerintah, sudah meninggalkan ZEE,” katanya.

Sudah tidak ada lagi, (coast guard) sudah ada lagi di ZEE, kata Sisriadi menegaskan.

Menurut Jenderal bintang dua ini, berdasarkan instruksi Jokowi pengamanan di wilayah Natuna tetap dilakukan. TNI akan tetap melakukan operasi yang bersifat rutin.

“Untuk intensitasnya kami melihat perkembangan situasi taktis di lapangan,” kata mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AD ini.

Setelah situasi keamanan di laut sudah terjaga dengan baik, maka TNI akan kembali fokus pengamanan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

“Nanti kalau memang sudah benar-benar clear, maka fokus akan kembali kita ke secara keseluruhan. Jadi, kemarin itu fokus dan intensitas kita arahkan ke Laut Natuna Utara, karena operasi rutin itu dilakukan di seluruh wilayah perairan Indonesia. Jadi tidak hanya di Laut Natuna Utara,” ucapnya.

Menanggapi penambahan jumlah personel yang dikerahkan di Laut Natuna, kata Sisriadi, operasi yang TNI lakukan melalui operasi laut dan udara, sehingga tidak membicarakan soal jumlah personel melainkan jumlah KRI dan pesawat udara.

“Kita kerahkan terakhir ke wilayah itu ada 8 KRI kemudian patroli udara intensif 1 sampai 2 flight. Satu flight 4 pesawat udara,” katanya.(Ant)

Baca Juga: Sambangi Nelayan, Jokowi: Tidak Ada Tawar-menawar di Natuna!

Baca Juga: Kapal China Terus Memprovokasi, TNI Kerahkan 8 KRI dan Empat F-16 ke Natuna

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

126 WNA Ditolak Masuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Beri Bantuan Modal Kerja kepada Pedagang Mikro dan Kecil

Nasional

Pemindahan Ibu Kota, Pengamat Sebut Tanbu Lebih Berpeluang dari Penajam
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat Tanah
IHSG

Nasional

IHSG Menguat 1,31 Persen, Kapitalisasi Pasar Saham Sentuh Rp 6.922 Triliun
apahabar.com

Nasional

Kabut Asap, Garuda Batalkan 15 Penerbangan Domestik

Nasional

Vaksin Covid-19 Tahap Delapan Tiba, Indonesia Total Terima 62,5 Juta Sinovac
apahabar.com

Nasional

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com