Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas

Viral Awan “Tsunami” Dikira Kiamat di Tapin, Simak Penjelasan BMKG

- Apahabar.com Sabtu, 4 Januari 2020 - 01:45 WIB

Viral Awan “Tsunami” Dikira Kiamat di Tapin, Simak Penjelasan BMKG

Fenomena awan "Tsunami" bikin heboh warga Tapin yang sedang berkumpul di Siring Rantau Baru, Jumat sore. Foto: Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Wajah langit Kabupaten Tapin, Jumat (3/1) sore, mendadak  bak tsunami atau gelombang laut.

Sontak, fenomena ini bikin heboh warga Bumi Rahayu yang sedang bersantai di Siring Rantau Baru, salah satunya Sandy.

“Ini pertama kali aku melihat, sempat takjub dan bingung. Aku kira tadi kiamat karena ujar orang alim, kiamat terjadi hari Jumat,” cerita Sandy sekitar pukul 18.00 kemarin saat sedang asyik nongkrong bersama sejumlah rekannya.

Merasa ada yang aneh, Sandy dan kawan-kawan memilih pulang ke rumah. Meski begitu, pemuda ini sempat mengabadikan fenomena awan “tsunami” itu.

Saat itu, kata Sandy, cuaca tak hujan dan berpetir ataupun angin kencang.

Sejurus itu, jepretan fenomena awan “Tsunami” ini kemudian beredar luas di media sosial, Facebook dan whatsApp. Banyak warganet yang mengaitkannya dengan fenomena akhir zaman.

Lantas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, saat dikonfirmasi apahabar.com, memberikan penjelasannya.

Menurut Uli Mahanani Staf Prakirawan BMKG Kalsel, fenomena awan itu kumpulan beberapa jenis awan Stratus, Stratoculumbus, dan Cumulonimbus.

“Maksudnya awan yang menjulang tinggi penyebab hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” jelas Uli.

Fenomena awan “Tsunami”, kata dia, biasa terjadi karena embusan angin yang kencang sehingga awannya berbentuk sejajar.

“Ini biasa terjadi bukan karena fenomena khusus,” jelas Uli.

Usai menerima laporan dari apahabar.com, lebih dulu ia memeriksa gambar dari citra satelit.

“Dari satelit cuaca awan yang terdeteksi di wilayah Tapin adalah awan Cumulonimbus, bentuk dari ambilan satelit tidak terlihat seperti gambar nyata. Karena citra satelit diambil dari atas,” jelasnya.

Terpantau sekitar pukul 15.00 kemarin sebelum beredar foto foto awan berbentuk tsunami itu, hujan lebat mengguyur Tapin. Banjir yang mengguyur sedari hari pertama 2020 juga baru surut pada subuh tadi pukul 04.00.

Uli menganggap kejadian ini biasa saja. Warga Tapin diimbau tak perlu kuatir.

“Namun perlu diketahui wilayah Tapin sudah memasuki musim penghujan sedang juga lebat, fenomena berpotensi terjadi kembali,” ujarnya mengakhiri.

Hari ini, Sabtu (4/1), BMKG memprediksi hujan akan mengguyur hampir seluruh wilayah Banua. Masyarakat diminta mewaspadai hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Baca Juga: Chatingan dan Ketemuan, Modus Baru Pencurian di Banjarbaru

Baca Juga: Nestapa Bocah di Kotabaru: Hamil Dua Kali karena Ayah Kandung

Reporter: Fauzi Fadillah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Reza Ngotot Disunat, PDAM Bandarmasih dan Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal
apahabar.com

Kalsel

Sambut Ramadan, Intip Persiapan Hj Rukayah Bikin Kue Khas Banjar ala Kurnia Rasa
apahabar.com

Kalsel

Mau Tahu Cuaca Hari Ini? Simak Ramalan BMKG
apahabar.com

Kalsel

Bandara Syamsudin Noor Dilirik Maskapai Internasional
apahabar.com

Kalsel

Rumah Terbakar di Sarang Halang Pelaihari, 1 Pikap dan 2 Motor Jadi Arang
apahabar.com

Kalsel

Gerbong Mutasi Perwira Polres Tala Kalsel Bergeser, Kasat Reskrim dan Kapolsek Kintap Berganti
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini ‘Bersahabat’
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Tanbu Sumbang 1 Ton Beras untuk Penanganan Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com