apahabar.com
Seorang wanita di Banjarmasin mendapat telepon dari pria yang mengaku polisi. Foto-Capture dari video @wargabanua

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebuah video tengah viral belakangan ini di Banjarmasin. Seorang perempuan muda berhasil nge-prank seorang penipu yang melancarkan aksinya via telepon.

Dalam video yang dibagikan akun instagram @wargabanua, Minggu (19/1), disebutkan si wanita mendapatkan panggilan telepon. Saat diangkat, ternyata peneleponnya adalah pria. Pria ini mengabarkan bahwa anak si wanita terjerat kasus narkoba.

Wanita tersebut sejatinya tidak memiliki anak. Namun oleh si penipu, meyakini bahwa anaknya terjerat kasus narkoba dan meminta tebusan sejumlah uang.

Menurut si penipu, anaknya ini ditangkap dan ditahan di kantor polisi. Agar si anak bebas, penelepon meminta agar si wanita memberikan sejumlah uang tebusan.

Seolah punya anak dan merasa sedih atas penangkapan itu, wanita ini pun membalas peneleponnya dengan tipuan yang tak kalah unik. Ia pura-pura menangis dan seakan sangat khawatir akan nasib anaknya.

Namun demikian, wanita itu enggan mengurus anaknya, karena sikap nakalnya. Ia mengaku sudah dua kali anaknya itu terjerat kasus narkoba. Jadi untuk yang saat ini dia benar-benar tidak akan membantu anaknya itu dan lebih menyerahkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Saya sudah kapok pak dengan kenakalan anak saya itu. Dia sudah dua kali kena kasus narkoba. Duit saya sudah banyak habisnya. Padahal sebelumnya dia janji bertobat. Ya sudah lah pak biar kapok pak (diproses), capek saya mengurusnya,” ucap wanita itu.

Diakhir percapakan, si penipu merasa kesal dengan sikap calon korban yang seolah acuh dengan kasus yang menjerat anaknya. Bahkan si penipu mengucapkan kata-kata makian. Meski begitu, aksi wanita ini mendapat pujian dari netizen. Videonya pun telah ditonton sebanyak 140.919 kali dengan 800 lebih komentar.

Baca Juga: Gembong Narkoba Banjarmasin Diringkus, Kekayaan Senilai Rp 6 Miliar Disita

Baca Juga: Edan, Suami di Banjarmasin Ajak Istri Dagang Sabu

Reporter: Eddy Andriyanto

Editor: Syarif